HALO REMBANG – Kementerian Sosial memberikan bantuan kepada Pirmiatun (90), seorang warga lansia dari Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang.
Bantuan yang diberikan melalui Sentra Margolaras UPT Kemensos Pati itu, diberikan dalam bentuk renovasi rumah, karena rumah yang dihuni lansia itu sudah tidak layak huni.
Pemerintah juga memberikan bantuan sembako, alat bantu jalan, hingga fasilitas di dalam rumah seperti kasur, meja, kursi, televisi, kompor, kipas angin, korden, lemari, dan karpet hingga kloset duduk.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang, Prapto Raharjo, Selasa (21/11/2023) mengatakan Pirmiyatun adalah lansia yang hidup sebatang kara.
Kondisi rumahnya juga tidak layak huni, berdinding anyaman bambu, dan berdiri di atas tanah milik negara.
Pihaknya bersyukur kondisi Mbah Pirmiyatun mendapat perhatian dari Menteri Sosial Tri Risma Harini, yang menugaskan Tagana dan Sentra Margolaras UPT Kemensos Pati, ke lokasi untuk melihat langsung kondisi Pirmiyatun.
Pasalnya tanah yang bukan milik sendiri, menjadi kendala pemerintah Kabupaten, saat akan memberikan bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Karena status tanah di mana rumah mbah Pirmiyatun berdiri ini tanah negara maka istilah bantuannya dari kementrian adalah hibah untuk perbaikan rumah. Ini sudah terlaksana dengan bantuan, Tagana, Babinsa, Babinkamtibmas, warga desa secara gotong royong,” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id.
Wahyu, pekerja sosial dari Sentra Margo Laras UPT Kemensos Pati, menambahkan sebenarnya Pirmiyatun diberi pilihan, salah satunya pindah ke tanah bengkok desa, sehingga bisa dibangunkan rumah baru. Namun yang bersangkutan tetap ingin tinggal di lokasi semula.
“Sehingga kita membuat surat perjanjian yamg berkaitan status hak guna tanah yang ditinggali mbah Pirmiyatun. Tanah itu akan ditempati mbah Pirmiyatun, sampai meninggal. Setelah beliau meninggal, maka tanah itu akan kembali dikelola oleh desa, supaya tidak terjadi hal- hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” ujarnya.
Wahyu berharap Pirmiyatun bisa nyaman di sisa hidupnya. Menikmati hari tua dengan tinggal di rumah yang layak.
Anggaran bantuan renovasi rumah, sampai perlengkapan di dalamnya Rp 31 juta lebih. Sedangkan atensi dan alat bantu jalan sekitar Rp 1,3 juta.
Sementara itu Pirmiyatun mengungkapkan sangat bahagia dan tak menyangka rumah yang ditinggalinya bakal dibuat seperti sekarang ini.
“Aku iso turu ora kademen, ora kudanan. Aku turune penak. Aku ra nyongko nak omahku digawe koyo ngene, tak pikir mung cukup gedhek. (Saya bisa tidur, tidak kedinginan, tidak kehujanan. Saya tidur nyenyak. Saya tidak menyangka kalau rumahku dibuat seperti ini. Saya pikir cukup hanya anyaman bambu,” kata dia. (HS-08)