in

Berakhirnya Rekor Honda di Sachsenring

HALO SEMARANG – Tidak ada satu pun dari empat penunggang Honda RC213V yang mencetak poin pada MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring, 19 Juni lalu.
MotoGP Jerman pernah menjadi santapan lezat Honda berkat rekor sempurna selama satu dekade lebih.

Grand Prix (GP) Jerman selalu dimenangi pembalap Honda sejak 2010.

Masuknya Marc Marquez yang punya kelebihan di sirkuit tak searah jarum jam membuat pabrikan sayap emas ini semakin mendominasi di Sachsenring.

Kini, situasinya berubah 180 derajat.
Tanpa Marc Marquez yang dalam penyembuhan operasi lengan kanan, pembalap Honda lain tak mampu menunjukkan performa meyakinkan.

Takaaki Nakagami (LCR Honda) menjadi pembalap Honda yang merana karena mengalami kecelakaan.

Pol Espargaro (Repsol Honda) dan Alex Marquez (LCR Honda) tidak lebih baik.
Keduanya gagal menyelesaikan balapan dengan alasan yang berbeda.

Alex mengalami masalah teknis ketika peranti yang menurunkan ketinggian jok terhadap roda belakang saat start macet.

‘’Saya coba memperbaikinya secara manual karena pernah melakukannya, tetapi kali ini gagal,’’ tutur Alex seperti dilansir dari Motosan.

Adapun Pol mengalami masalah dengan tulang rusuknya yang disebabkan kecelakaan pada latihan bebas.

‘’Cuaca panas membuat saya kesulitan untuk bernapas. Saya harus mundur dari balapan karena rasa sakitnya terlalu ekstrem,’’ ujar Espargaro.

Satu-satunya pembalap Honda yang menyelesaikan balapan adalah Stefan Bradl yang menggantikan posisi Marc.

Bradl cuma finis di posisi ke-16 sehingga tidak mendapatkan poin.

Bagi Honda, ini kali pertama tidak ada satu pun pembalap mereka yang mampu mencetak angka dalam sebuah balapan selama 40 tahun terakhir.

Kali terakhir Honda mendapat hasil serupa adalah pada GP Prancis 1982.

Catatan nol poin membuat Honda masih tenggelam di posisi juru kunci dalam klasemen pabrikan MotoGP musim 2022. (HS-06)

Tuntaskan Problem Internal Dulu

Intai Pemenang Amanda Kontra Julianna