HALO BATANG – Banyaknya kabar penculikan anak yang bersliweran di media sosial dan WhatsApp, membuat resah para orang tua di Kabupaten Batang.
Menanggapi kabar penculikan anak itu, Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, menyatakan berita tersebut belum tentu benar.
Namun demikian dia meminta kepada orang tua, agar tetap waspada dan menjaga buah hati mereka dengan baik, untuk mencegah penculikan anak.
“Sekarang lagi ramai ada isu tentang penculikan anak dengan berbagai modus. Terkait benar atau hoax yang jelas kita harus waspada, hati hati jaga anak anak-anak kita, cucu-cucu kita, siswa-siswa kita,” kata Lani Dwi Rejeki, saat memberikan sambutan dalam pembahasan Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah (RKPD) di aula kantor Bupati, Kabupaten Batang, Selasa (31/1/2023).
Ia berharap, masyarakat Kabupaten Batang agar bersama sama menjaga lingkungan di sekitar.
Karena menjaga kondusifitas diperlukan dukungan dan kerja sama dengan saling bahu- membahu antara seluruh lapisan masyarakat.
“Polri dan TNI tentu tidak dapat bekerja sendiri tapi harus ada kerjasama antara petugas dengan unsur masyarakat yang diaplikasikan melalui kerja sama demi kepentingan segenap lapisan warga,” ungkapnya, seperti dirilis batangkab.go.id.
Sebagai langkah upaya antisipasinya, Lani memastikan kepada orang tua untuk menjemput anak sekolah atau peserta didik adalah orang tua atau keluarga yang sudah dikenal oleh sekolah.
Hoax
Sebelumnya beredar video dari media sosial dan aplikasi WhatsApp, tentang penculikan anak, yang disebut-sebut terjadi di Perumahan Wisma Asri, Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Namun kemudian polisi memastikan video tersebut adalah hoax.
Dalam pesan berantai terlihat video CCTV yang memperlihatkan seorang anak bermain di teras rumahnya dengan pintu pagar terbuka.
Kemudian, datang sosok pria berjaket hitam dan helm mendekati anak itu. Pria itu memberikan sesuatu kepada bocah itu. Kemudian dia terlihat memegang kepala anak tersebut hingga anak itu rebah tak sadarkan diri.
Pria itu lantas mencari di halaman rumah dan mengambil karung. Dia lantas terlihat hendak memasukkan bocah ke dalam karung.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Hengki, Minggu (29/1/2023) lalu memastikan bahwa video penculikan anak di Bekasi itu adalah hoax alias tidak benar.
“Sudah kami periksa ke lokasi, itu tidak benar,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Hengki. (HS-08)