HALO MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang, mencairkan dana ratusan juta rupiah, untuk Program Pemberdayaan Masyarakat Maju, Sehat dan Bahagia (Rodanya Mas Bagia). Dana tersebut diberikan kepada tiga kelompok masyarakat (pokmas), yang nantinya akan digunakan untuk membiayai pembangunan wilayah.
Bantuan tersebut diserahkan Wali Kota Magelang, Muchammad Nur Aziz didampingi Wakil Wali Kota M Mansyur, dalam acara Ngobrol Pintar (Ngopi) Bareng Pak Wali, di Padepokan Kembang Setaman, RW 02 Tidar Utara, Jumat (8/4/2022).
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Magelang, M Yunus mengatakan, tiga pokmas penerima dana tersebut, berasal dari Kelurahan Gelangan, yakni Pokmas Berkah dengan nilai kontrak Rp 592.062.000. Dana untuk pokmas ini sebesar Rp187.816.000, dan dicairkan pada April.
Dana Program Rodanya Mas Bagia, juga diberikan kepada Pokmas Semangat, dengan nilai kontrak Rp491.956.000 dan cair sebesar Rp190.914.000.
Selanjutnya Pokmas Sukses Sejahtera dari Kelurahan Kedungsari, dengan nilai kontrak Rp 309.194.500, dan cair sebesar Rp 84.110.000.
Sementara itu, Aziz mengatakan momentum pencairan dana ini, sebagai awal yang baik untuk melangkah di tahun-tahun berikutnya. Dirinya juga bertekad untuk membangun kemandirian masyarakat Kota Magelang.
“Saya punya cita-cita Magelang ke depan ada perubahan. Kebanyakan masyarakat bila hanya mengandalkan bantuan, tidak akan keluar dari persoalan. Tapi kalau masyarakat nanti mandiri, pemerintah akan lebih baik dalam mengatur dan mengarahkan,” tuturnya.
Dia pun mengajak masyarakat bisa berkolaborasi, agar dana yang dikucurkan manfaatnya lebih terasa.
“Adanya perubahan perlu ada keguyuban. Bicara tentang RW, terdiri atas beberapa RT. Kalau sendiri-sendiri, tidak kuat kalau Rp 30 juta. Tapi kalau sudah bergabung menjadi proyek, nilainya bisa sampai Rp 500 juta, itu baru nendang,” kata Aziz.
Sebagai informasi Rodanya Mas Bagia yang merupakan satu dari sembilan branding program unggulan Pemkot Magelang ini, memberikan anggaran Rp 30 juta pada setiap Rukun Tetangga (RT).
Anggaran tersebut diberikan kepada pokmas. Jumlah pokmas di Kota Magelang ada 54 unit yang tersebar di 17 kelurahan. Satu pokmas merupakan gabungan dari sejumlah RT.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang, Susilowati, mengatakan tiga pokmas bisa mencairkan dana Rodanya Mas Bagia setelah memenuhi persyaratan.
Setiap pokmas harus menyusun proposal dan kerangka acuan kerja (KAK). Selanjutnya ada kontrak antara pokmas dengan Lurah setempat.
“Jika sudah ada kontrak, bisa mengajukan pencairan. Tahapannya per bulan, tidak langsung semua diserahkan di depan karena mereka dapat mengukur kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan,” jelas Susi.
Mendaki Gunung
Sementara itu untuk mempererat silaturahmi, Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz, mengajak semua camat dan lurah se-Kota Magelang, mendaki Kebun Raya Gunung Tidar, belum lama ini.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini sekaligus menguatkan kekompakan para camat dan lurah, sebagai perangkat penting dalam pembangunan Kota Magelang.
Aziz mengatakan, bertepatan dengan Ramadan, kegiatan juga diisi dengan mujahadah, membaca asmaul husna dan berdoa untuk keselamatan serta kesuksesan Kota Magelang.
“Kita berkumpul dengan para lurah, para camat, untuk melaksanakan dan menyukseskan program Rodanya Mas Bagia. Acara juga ditambah dengan mujahadah, membaca asmaul husna untuk mohon pada Allah, semoga dimudahkan dilancarkan untuk program-program pemerintah,” kata dia.
Kebun Raya Gunung Tidar dipilih karena merupakan tempat istimewa bagi Kota Magelang. “Pakuning Tanah Jawa” ini adalah destinasi wisata alam dan religi yang banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah.
“Ya ini adalah puncak tertinggi, di mana orang berjanji langsung di bawah langit dan itu menjadi momentum. Yang kedua, bahwa kita juga yakin di tempat ketinggianpun, walaupun dalam kondisi puasa, kalau kita yakin dan bersama-sama, kita akhirnya bisa mencapai apa yang kita tuju,” kata Dokter Aziz.
Hal senada dikatakan Wakil Wali Kota Magelang, M Mansyur. Menurutnya dalam mengelola Rodanya Mas Bagia, para camat dan lurah diharapkan senantiasa jujur, ikhlas, disiplin dan penuh pengabdian.
“Tujuannya agar dalam mengabdi pada masyarakat dapat mewujudkan kesejahteraan, sehingga tercapai masyarakat yang asah asih asuh, tatas titis tetes, enak penak kepenak,” tuturnya.
Sekda Kota Magelang Joko Budiyono mengutarakan, kegiatan ini menjadi simbol kebulatan tekad bersama untuk mensukseskan program Rodanya Mas Bagia.
“Jadi sekali lagi kebulatan tekad hari ini kita satukan langkah kita dalam rangka melaksanakan dan menyukseskan program unggulan Pak Wali,” tandas Joko.
Dia mengungkapkan optimisme, para camat dan lurah mampu melaksanakan program dengan dana Rp 30 juta per RT per tahun itu. Para camat dan lurah diminta mengawal pelaksanaan di lapangan. Pemkot Magelang, termasuk Polres Magelang dan Kejaksaan Negeri pun akan memantau dan mendampingi agar berjalan dengan baik.
“Panjenengan tidak usah khawatir, sudah di eksekusi sehingga masyarakat benar-benar nanti bisa memanfaatkan anggaran itu untuk kepentingan mereka,” ungkapnya. (HS-08)