in

Bantu Proses Produksi, Tim Pengabdian LPPM Unnes Serahkan dan Simulasi Mesin Pengaduk Kristalisasi kepada UMKM Rayszava

Penyerahan alat produksi pengaduk kristalisasi kepada UMKM Rayszava mitra Inkubasi Unit Bisnis LPPM Unnes oleh Ketua Tim Pelaksana, Prof Dr Isti Hidayah, MPd kepada Pendiri UMKM Rayszava di Semarang, pada baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Program pengabdian kepada masyarakat kemitraan tahun 2025 melalui Inkubasi Unit Bisnis LPPM Universitas Negeri Semarang (Unnes), baru-baru ini melakukan kegiatan penguatan produk dan manajemen kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Rayszava atau dikenal Mijun.

Adapun tim pelaksana kegiatan tersebut diketuai oleh Prof Dr Isti Hidayah, MPd (Pendidikan Matematika) dengan tim pelaksana Prof Dr Suci Hatiningsih Dian Wisika Prajanti, MSi (Ilmu Ekonomi); Prof Dr Wiyanto, MSi (Pendidikan Fisika), dan Ahmad Mujaki, SPd, MPd (Pendidikan Teknik Otomotif). UMKM yang mereka dampingi, merupakan Tenant Inkubator Unit Bisnis LPPM Unnes.

Menurut Ketua Tim Pelaksana program, Prof Isti Hidayah, kegiatan ini diharapkan agar UMKM Rayszava dapat berkembang dan menambah lagi kapasitas produksinya. Sehingga dibutuhkan alat produksi dengan kapasitas yang besar seperti alat pengkristalan, alat/oven pengering, dan alat pemeras jahe.

“Memang masalah yang selama ini dihadapi pemilik usaha terkendala dengan alat produksi karena masih melakukan proses secara manual. Jadi melihat kendala ini lalu muncul kesepakatan bersama tim pelaksana dan UMKM mitra Rayszava, untuk mengatasi permasalahan yang ada, dan diprioritaskan pada aspek produksi pengadaan, pemanfaatan, serta perawatan mesin pengaduk/pengkristalan dan variasi penguatan rempah pada setiap produk yang sudah ada,” jelasnya, Selasa (19/8/2025).

Dengan keberadaan Mesin Kristalisasi ini, nantinya bisa membantu proses produksi lebih optimal dengan berkapasitas produksi menjadi 5 kilogram dalam sekali proses selama tiga jam. Karena alat ini memiliki spesifikasi PxLxT: 800x600x1000 mm, jadi sangat membantu UMKM dalam meningkatkan kapasitas produksi minuman jamu sebagai salah satu produk utama UMKM Rayszava,” imbuhnya.

“Dulu, sebelum memakai alat produksi hanya mencapai kapasitas maksimal tiga kilogram dalam sekali proses dengan butuh waktu 5 jam. Dengan mesin pengaduk ini dapat menghemat tenaga dan waktu dalam proses kristalisasi,” paparnya.

Sedangkan acara penyerahan alat produksi dari Tim Pelaksana kepada mitra sasaran UMKM Rayszava ditandai dengan penandatanganan Berita Serah Terima yang dilakukan oleh Ketua Tim Pelaksana kepada Ony Kristyaningsih sebagai pendiri UMKM Rayszava. Sebagai informasi, Rayszava merupakan nama sebuah brand dari Semarang yang menjadi salah satu tenant yang didampingi oleh Inkubator Unit Bisnis LPPM Unnes. Brand ini memproduksi aneka minuman dan makanan olahan rempah-rempah (Mijun).

Reyszava ini didirikan oleh seorang wanita yang bernama ibu Ony Kristyaningsih yang berlokasi di Perum Puri Delta Asri 2 blok E/4, Kota Semarang. Olahan ini sudah berdiri sejak tahun 2020 yang awalnya dari kegemaran minum jamu sejak kecil sehingga sekarang berinovasi untuk mengubah olahan tersebut menjadi kuliner yang bervariatif.

“Inkubasi Unit Bisnis LPPM Universitas Negeri Semarang (Unnes) merupakan salah satu lembaga yang telah berperan aktif dalam mendukung pengembangan UMKM melalui program-program pendampingan dan pelatihan. Kami ucapkan terima kasih kepada LPPM Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan pendanaan pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat kemitraan ini dengan surat perjanjian pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat kemitraan dana DPA LPPM UNNES tahun 2025 Nomor: 648.14.3/UN37/PPK.11/2025,” pungkasnya.(HS)

Kawal dan Awasi Bantuan Operasional Rp 25 juta/RT/Tahun, Pemkot Semarang Gandeng Kejaksaan Negeri

Festival Kopi dan Jambore UMKM Wonogiri, Bank Jateng Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Transformasi Digital