in

Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pemakaman, Yayasan Sosial Santa Maria Luncurkan Program “Sapphire”

Suasana acara peluncuran Program Sapphire digelar oleh Yayasan Sosial Santa Maria di Semarang.

HALO SEMARANG – Yayasan Sosial Santa Maria meluncurkan program “Sapphire”, sebagai upaya membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pemakaman anggota keluarganya yang meninggal dunia.

Ketua Yayasan Sosial Santa Maria Haryanto mengatakan, melalui program ini masyarakat hanya perlu membayar iuran sebesar  Rp 1.000 per hari, untuk mendapatkan pelayanan maksimal. Di antaranya pelayanan jenazah, peti mati, karangan bunga, keperluan ibadah, hingga pengurusan akta kematian.

“Program ini sengaja diluncurkan guna menanggapi antusiasme kebutuhan masyarakat berkaitan dengan layanan kedukaan sekaligus menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya mempersiapkan segala keperluan prosesi pemakaman yang pelik, seringkali memerlukan keterlibatan banyak pihak dan tidak jarang juga terkesan merepotkan,” imbuh Haryanto, Kamis (7/4/2022).

Dengan bergabung menjadi anggota Yayasan Sosial Santa Maria, masyarakat tidak hanya mendapatkan benefit bagi keperluan pribadi mereka, namun juga dapat ikut serta dalam aksi sosial. Yaitu dalam membantu orang lain yang kurang mampu, melalui iuran yang dibayarkan setiap bulan.

Yayasan Sosial Santa Maria, lanjut Hariyanto, tidak hanya memberikan layanan kedukaan bagi anggota saja, tetapi juga  kepada masyarakat umum tanpa membedakan suku, ras dan agama apapun.

“Bukan hanya bagi yang beragama Nasrani saja, namun Santa Maria Funeral Organizer juga memberikan pelayanan bagi yang beragama lain. Dengan standar pelayanan yang sesuai kebutuhan, kami melayani tanpa membedakan suku, ras dan agama apapun,” tambah Direktur Santa Maria Funeral Organizer, Julius Bambang.

Santa Maria Funeral Organizer sendiri telah dipercaya oleh ribuan warga Semarang dan sekitarnya, selama puluhan tahun, dalam memberikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati. (HS-06)

Kelompok Ekstremis Manfaatkan Pandemi untuk Sebarkan Paham lewat Medsos

Pecah Pusat Keramaian, Dewan Dukung Pembangunan Taman Hutan Kota Mijen Dilanjutkan