in

Bantu Disabilitas Netra, Pj Bupati Cilacap Bagikan Tongkat Penuntun Adaptif dari Kemensos RI

Pj Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar, menyerahkan bantuan berupa tongkat penuntun adaptif dari Kemensos RI, kepada penyandang disabilitas netra, di Kantor Sekretariat dan Panti Pijat Mitra Karya Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Cilacap, Rabu (4/1/2023). (Foto : cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap, menyerahkan bantuan berupa 17 tongkat penuntun adaptif, untuk penyandang disabilitas netra.

Bantuan diserahkan Penjabat (Pj) Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar, di Kantor Sekretariat dan Panti Pijat Mitra Karya Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Cilacap, Rabu (4/1/2023).

Hadir mendampingi Yunita, Kepala Dinas Sosial Cilacap,  Arida Puji Hastuti; Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Cilacap, Paiman; dan Camat Cilacap Selatan, Basuki Priyo Nugroho.

Penjabat (Pj) Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar, dalam kesempatan itu mengatakan, bantuan tongkat penuntut adaptif tersebut, diperoleh dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Hal ini merupakan salah satu wujud perhatian Pemerintah Pusat, kepada penyandang disabilitas sensorik netra di Kabupaten Cilacap.

Selain tongkat penuntun adaptif, para penyandang disabilitas tersebut juga menerima paket sembako dan selimut dari Dinas Sosial Kabupaten Cilacap.

“Alat ini menjadi bagian dari kepedulian pemerintah untuk membantu mereka agar lebih luas jangkauannya dan dapat hidup normal seperti kita, baik dalam mobilitasnya maupun dalam berkegiatan ekonomi,” kata dia, seperti dirilis cilacapkab.go.id.

Kepala Dinas Sosial Cilacap,  Arida Puji Hastuti mengatakan, tongkat penuntun adaptif dari Kementerian Sosial Republik Indonesia ini, dilengkapi fitur-fitur canggih.

Beberapa di antaranya, terdapat sensor yang dapat mendeteksi asap, gas berbahaya, genangan air, hingga kobaran api.

Hal ini tentu akan sangat membantu para penyandang disabilitas sensorik netra, dalam beraktivitas sehari-hari.

Di Cilacap, terdapat lebih kurang 350 penyandang disabilitas sensorik netra. Dari jumlah tersebut, yang tergabung dalam Pertuni sebanyak 83 orang.

“Dengan jumlah yang cukup banyak ini, kami akan terus berusaha, supaya semua bisa dapat tongkat ini. Kami akan usulkan ke Kemensos, dan mungkin akan diberikan secara bertahap,” kata dia.

Ia kemudian menjelaskan bahwa Pertuni telah mendapatkan assessment dari Kemensos, untuk nantinya menjadi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

Jika sudah menjadi LKS, maka akan ada organisasi yang mengampu, sehingga akan mendapatkan perhatian dan bantuan yang lebih banyak dari sebelumnya.

Bantuan tersebut tidak akan selalu berwujud natura untuk kesejahteraan. Tetapi dapat juga dalam bentuk diklat serta sarana dan pra sarana untuk wirausaha dan mobilitas.

Rahman Riyadi, salah satu penerima bantuan tongkat penuntun adaptif, mengungkapkan kebahagiaannya, mendapat perhatian dari Pemkab Cilacap.

Sejalan dengan harapan Kadinsos, ia berangan-angan nantinya seluruh penyandang disabilitas netra akan mendapatkan tongkat tersebut.

“Keinginan saya semoga teman-teman saya semuanya nanti bisa dapat tongkat ini. Karena ini sudah menjadi kebutuhan kami,” kata dia. (HS-08)

BPPKAD Cilacap Sebut Kinerja Keuangan Daerah Sedang “Tidak Baik-Baik Saja”

Hujan Lebat Mengakibatkan Longsor dan Banjir Bandang di Limbangan Kendal