HALO KEBUMEN – Banjir di Kabupaten Demak, Pati, dan sekitarnya, berdampak pada ketersediaan dan kenaikan harga beras di Kabupaten Kebumen.
Kepala Disperindag KUKM Kebumen, Udy Cahyono, mengatakan kenaikan harga beras di Kebumen, disebabkan antara lain bencana alam banjir di sentra produsen beras, seperti di Demak, Pati, dan sekitarnya.
Bencana telah mengakibatkan gagal panen dan distribusi menjadi terhambat sampai pasar Tumenggungan.
“Berdasarkan keterangan beberapa pedagang pasar Tumenggungan sebagian beras mengambil ke wilayah tersebut, sehingga mengakibatkan harga naik karena ketersedian stok di sentra penghasil padi berkurang,” kata Udy, Rabu (21/2/2024), seperti dirilis kebumenkab.go.id.
Dia mengatakan, menurut data Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang), untuk produksi beras di Kabupaten Kebumen selalu surplus setiap tahunnya.
Namun demikian dengan adanya kondisi cuaca ekstrem, bencana, dan el nino, juga mempengaruhi produksi dan stok beras.
Untuk diketahui, berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag KUKM) Kabupaten Kebumen, harga beras di Kebumen mengalami kenaikan mulai akhir Januari 2024.
Sebelumnya Rp11.000/Kg untuk jenis beras medium berangsur naik kisaran Rp13.000 sampai Rp14.000 per Kg.
Sedangkan untuk beras premium pada kisaran Rp14.500 sampai Rp16.000 per Kg. Sebelumnya lagi pada 2023 juga pernah terjadi kenaikan harga beras medium bulan Oktober kisaran Rp12.500 sampai Rp13.000 per Kg dan berangsur turun dan stabil menjadi Rp12.000 sampai pertengahan Januari 2024.
Upaya Pemerintah Daerah
Terkait dengan adanya lonjakan harga beras, Pemerintah Daerah kata Udy, telah berkoordinasi dengan Bulog untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi beras, termasuk beras SPHP yang dikirim ke kios-kios pasar, bekerja sama dengan Bulog.
Kemudian, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Distapang Kabupaten Kebumen serta Dinas terkait melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Tahun 2024 di 21 titik sebanyak 42 ton dengan harga Rp54.500 per 5 Kg dan masih akan terus dilanjutkan ke beberapa wilayah.
Berdasarkan pemantauan Tim Survei Harga, ketersediaan beras di beberapa pasar utama di Kabupaten Kebumen dan di pedagang besar maupun di Bulog tersedia cukup, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak panik dalam membeli beras. Stok beras juga makin banyak dengan datangnya panen padi.
“Tanaman padi di beberapa lokasi sudah mulai “mratak” dan ada yang sudah mulai panen. Kami mohon doanya mudah-mudah kondisi terus membaik,” ucap Udy.
Diketahui untuk menekan inflasi, Pemerintah Daerah melalui Distapang masih terus menyalurkan Bantuan Pangan Beras kepada 131.805 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Masing-masing KPM mendapat 10 Kg beras.
Bantuan Bansos beras diberikan dari Januari hingga enam bulan ke depan. Bantuan ini dikelola oleh Badan Pangan Nasional dengan menggandeng Bulog, dan PT Pos Indonesia yang menyalurkan sampai ke pelosok desa. (HS-08)