HALO KENDAL – Sejak dilaunching pekan lalu, Sahabat Peduli Sampah (Sapu Sampah) Kabupaten Kendal langsung bergerak untuk mengengola sampah, supaya bisa dimanfaatkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, melalui Sekretaris Dinas, Vivin Irawati mengatakan, setelah dilakukan launching program beberapa lokasi akan menjadi pilot project pengelolaan sampah.
“Di antaranya di Desa Kalirejo, Kecamatan Cepiring dan selanjutnya akan menyusul desa atau kelurahan lain,” terangnya, Jumat (19/8/2022).
Dijelaskan, Sapu Sampah, adalah sebuah inovasi program yang melihat sampah bukan lagi hal yang harus dihindari, tetapi merupakan sumber daya yang bisa diolah menjadi rupiah.
“Dengan Sapu Sampah, masyarakat akan diedukasi dalam pengelolaan sampah. Mulai dari memilah hingga menyalurkan sampah kepada pihak yang membutuhkannya,” jelasnya.
Vivin juga mengungkapkan, sebelum dilaksanakan launching, dilakukan beberapa sosialisasi seperti sosialisasi bank sampah, pembuatan margot, eco enzym, pembuatan kompos dan sosialisasi lainnya terkait pengelolaan sampah.
“Dengan begitu, masyarakat akan mendapatkan keuntungan ekonomi dari mengelola sampah,” ungkapnya.
Salah satu penggerak Bank Sampah di Kabupaten Kendal, Arti Yulianti mengatakan, ada beberapa manfaat dari pengelolaan bank sampah, bagi manusia dan lingkungan hidup.
“Seperti membuat lingkungan jadi lebih bersih, kemudian menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan juga membuat sampah menjadi barang ekonomis,” terangnya.
Sementara untuk keuntungan ekonomis, Arti menjelaskan, saat sampah ditukarkan, maka akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki.
“Masyarakat sewaktu-waktu dapat mengambil uang pada tabungannya, saat tabungannya sudah terkumpul banyak,” jelasnya.
Arti juga mengungkapkan, imbalan yang diberikan kepada penabung tidak hanya berupa uang, tetapi ada pula yang berupa bahan makanan pokok seperti gula, sabun, minyak dan beras.
“Bank sampah juga bermanfaat bagi siswa yang kurang beruntung dalam hal finansial, beberapa sekolah telah menerapkan pembayaran uang sekolah menggunakan sampah,” ungkapnya.(HS)