in

Bagaikan Pedang Bermata Dua

HALO SEMARANG – Dalam satu dekade terakhir, reputasi hebat Honda tak bisa lepas dari prrestasi yang diukir Marc Marquez.

Marquez, yang direkrut Honda pada 2013, menunjukkan dominasinya di MotoGP hingga musim 2019.

Baby Alien seperti tidak tertandingi, termasuk oleh dua rekan senegaranya, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo.

Pada MotoGP 2022, hanya Marquez yang bisa kompetitif.

Sementara tiga pembalap Honda lain gagal bersaing di lintasan.

Pembalap penguji Honda, Stefan Bradl, menyebut keberadaan Marquez bagaikan pedang bermata dua.

Di satu sisi Marc memberikan keuntungan, tapi di sisi lain menjadi kerugian bagi tim Honda.

Kondisi ini diperkirakan bakal berlanjut pada MotoGP 2023 karena peraih delapan gelar juara dunia itu masih menjadi rider andalan.

’’Memiliki talenta luar biasa seperti Marquez dalam tim adalah berkah sekaligus kutukan,’’ kata Bradl seperti dilansir dari Speedweek.

Ketergantungan Honda pada Baby Alien, lanjut Stefan, bakal memberikan tekanan tersendiri bagi tandem barunya, Joan Mir.

Pasalnya, Mir harus rela jika Repsol Honda lebih mengutamakan Marquez yang merupakan pembalap nomor satu.

’’Situasi seperti ini tidak mudah ditangani. Itu sama dengan yang terjadi di Formula 1,’’ tutur Bradl.

Sebagaimana diketahui, performa motor Honda belum sekonsisten tim Ducati.

Hanya, Repsol Honda beruntung Baby Alien akan berlomba sejak seri pertama.

Cedera lengan kanannya telah pulih, tapi disebut-sebut tak bisa 100 persen.

Manajer Tim Repsol Honda Alberto Puig mendapat tugas yang tidak mudah pada musim ini. (HS-06)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Selasa (10/1/2023)

Ungkap Titik Lemah Makhachev