HALO SEMARANG – Siswa MAN 1 DI Yogyakarta, Syatta Imtiyaaz Thuvaila, berhasil memperoleh predikat terbaik I, dalam Kompetisi Pidato Nasional (KPN) 2024.
Tak hanya penghargaan, dia juga berhak atas uang pembinaan senilai Rp20 juta.
Penghargaan diberikan oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas, pada penutupan Grand Final KPN Madrasah 2024 di Jakarta.
Selain Syatta Imtiyaaz Thuvaila, ada dua pemenang terbaik lainnya dan lima special mentions.
Mereka berasal dari siswa madrasah, negeri dan swasta, serta Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK).
Untuk terbaik II, berhasil diraih Alivy Huriyah Rizkha Ramadhani, siswa MAN 2 Malang, Jawa Timur. Dia berhakl atas uang pembinaan senilai Rp 15 juta.
Adapun terbaik III, diraih Muhammad Irkham Najibuddin, siswa MA Darul Hikmah Jepara, Jawa Tengah. Dia berhak atas uang pembinaan senilai Rp 10 juta.
Selain mereka terdapat 5 Special Mentions, yakni Dhaffa Al-Ghifari. FE – MAN 2 Pekanbaru, Riau; Nanda Sherly Mulyaini SG – SMAK Santo Aloysius Palangkaraya, Kalimatan Tengah; Muhammad Da’il Barokah, MAS Ulumul Qur’an – Kota Banda Aceh, Aceh; Reyhana Shillan Putri Reshma – MAN Kota Sorong, Papua Barat; dan Mary Sherlhyana, dari SMAK Santo Mikhael Solor – Flores Timur, NTT.
Menag mengapresiasi KPN 2024 yang digelar Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah pada DItjen Pendidikan Islam tersebut.
Menurutnya, KPN 2024 berhasil menjaring anak-anak muda yang memiliki keahlian berpidato, menyampaikan pendapat dan gagasannya tentang kebhinekaan, tentang moderasi beragama, dan tentang keberagaman.
“Ke depan, tidak akan lagi banyak kita temui orang yang kalau pidato isinya cuma marah-marah. Kita berharap itu sudah tidak ada lagi. Karena kita punya dan siapkan sekian banyak kader penceramah yang saat pidato, akan menyuarakan dan menyampaikan gagasan-gagasan kebangsaan, gagasan kebhinekaan kepada seluruh masyarakat ini,” kata Menag di Jakarta, baru-baru ini.
Tampak hadir, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad, serta sejumlah pejabat Eselon I Kementerian Agama lainnya. Hadir juga, para Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Agama, Direktur KSKK Madrasah M Sidik Sisdiyanto, dan sejumlah pejabat Eselon II lainnya.
Lebih lanjut Menag menjelaskan, penanaman nilai penghargaan atas kebhinekaan kepada generasi muda sangat penting.
Sebab setiap episode sejarah di negara manapun, selalu diwarnai keberagaman. Tidak ada sejarah kehidupan yang diwarnai keseragaman, semua berbeda.
“Itu artinya, Tuhan menghendaki kita berbeda-beda. Sekarang kita sebagai ciptaan Tuhan bagaimana menyikapi perbedaan itu menjadi sebuah kekuatan, bukan sebagai kelemahan,” ujar Menag.
Kepada para finalis, Gus Men berpesan bahwa apa yang telah dicapai bukan akhir dari sebuah perjalanan dan latihan.
Kemampuan dan talenta generasi mudah dalam menyampaikan ide dan gagasan melalui pidato ini sangat dibutuhkan.
“Apalagi menghadapi dunia yang semakin tidak mudah ditaklukkan. Adik-adik akan menghadapi masa depan yang mungkin akan lebih sulit dari generasi saat ini,” katanya.
“Penting untuk berikhtiar dalam memperbaiki dunia ini dengan kemampuan yang kita miliki agar menjadi lebih baik dari hari ini,” pesan Menag.
Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad menyampaikan, Kompetisi Pidato Nasional 2024 mengangkat tema “Pancasila dan Moderasi Beragama dalam Pandangan Gen-Z”.
Kompetisi ini diikuti 1.026 peserta dari lingkungan madrasah dan sekolah umum keagamaan. Setelah melalui proses seleksi, terpilih 34 finalis. (HS-08)