HALO KENDAL – Komandan Kodim 0715/Kendal, Letkol Inf Jenry Polii menegaskan, sinergitas TNI Polri harus terus dijaga dalam rangka mewujudkan Kamtibmas di wilayah bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya wilayah Kabupaten Kendal.
Hal tersebut Dandim sampaikan, saat sambutan dalam acara Apel Bersama TNI-Polri, yang dihadiri 800 anggota Kodim maupun Polres Kendal dan juga Brimob, di Alun-Alun Kendal, Selasa (7/3/2023).
Dikatakan, sinergitas harus diwujudkan dari tingkat kabupaten antara Dandim dengan Kapolres, di tingkat kecamatan ada Danramil dan Kapolsek, hingga ke tingkat Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
“Saya harapkan koordinasi yang baik di lapangan, jangan sampai ribut rebutan lahanlah itu bahasa kasarannya. Saya sampaikan apa adanya karena bagi saya, saya juga tidak suka seperti itu, jangan sampai kita diadu domba oleh pihak lain,” tandas Letkol Inf Jenry Polii.
Sebelumnya, Dandim mengungkapkan, akhir – akhir ini dirinya melihat banyak sekali bahwa antara aparat sendiri terjadi masalah. Menurutnya, masalah itu tidak bisa dihindari dalam kehidupan. Namun, semua masalah dapat diselesaikan dengan baik.
“Kita sebagai aparat negara, kita sebagai anak negara, kita harus menjadi contoh bagi masyarakat. Mau tidak mau kita menjadi teladan, makanya untuk masuk jadi tentara dan polisi itu seleksinya sangat susah dan sangat banyak. Ada seleksi mental, ideologi, tes kesehatan, kesehatan jiwa dan lain-lain,” jelasnya.
“Karena kita ini tugasnya sangat berat.
Kita diperlengkapi dengan senjata, kalau orang yang diberi senjata saja tidak waras bisa tembak orang sembarangan nanti dan memakan korban masyarakat walaupun kawan sendiri,” ungkap Dandim.
Letkol Inf Jenry Polii juga menyebut, kehidupan memang berat, namun semua sudah ada tatanannya.
“Jadi selesaikan dengan baik jangan ada masalah di lini bawah. Kalaupun ada, selesaikan. Kalau tidak bisa diselesaikan, laporkan kepada Kapolres atau Dandim nanti akan kita selesaikan,” ujarnya.
Letkol Inf Jenry Polii kembali mengingatkan, tugas dari TNI maupun Polri sudah jelas. Untuk Kodim terkait dengan keamanan wilayah. Sedangkan Polri sebagai penegak hukum minimal dua alat bukti, dan Kodim adalah pencegahan
“Tapi sama-sama bermain di area keamanan. Tinggal koordinasi yang baik saja jangan sampai ada masalah di bawah. Karena kalau TNI-Polri, atau aparatnya konflik yang senang penjahatnya karena memang diadu. Kalau kita termakan taktiknya mereka kita tidak sinergi di lapangan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Kendal, AKBP Jamal Alam H mengatakan, kegiatan apel bersama sebagai bentuk sinergitas antara TNI dan Polri, yang dilaksanakan serentak di wilayah Kodam IV Diponegoro dan Polda Jawa Tengah.
“Apel bersama ini dalam rangka memperkuat sinergitas dan soliditas dalam rangka mempersiapkan pengamanan pemilu serentak 2024, event-event berskala internasional, nasional dan regional di wilayah Kabupaten Kendal,” jelas Kapolres kepada awak media, di sela-sela peninjauan persiapan pasukan.
Menurut AKBP Jamal Alam H, sesuai amanat Presiden RI, Panglima TNI dan Kapolri, sinergitas dan soliditas tidak hanya di pucuk pimpinan saja.
“Namun betul-betul harus terimplementasi secara nyata sampai tingkat bawah. Baik Pangdam dengan Kapolda, Dandim dengan Kapolres, Danramil dengan Kapolsek, dan Babinsa dengan Bhabinkamtibmas. Semua harus saling bahu-membahu, mempererat kerjasama dalam rangka menciptakan kondisi kamtibmas,” ujarnya.
“Pelaksanaan pemilu sudah berjalan. Kami tegaskan, TNI dan Polri khususnya di Kabupaten Kendal siap melaksanakan pengamanan. Sehingga penyelenggaraan pemilu nanti berlangsung aman dan damai,” pungkas Kapolres Kendal. (HS-06).