in

Antisipasi Kemacetan, Ruas Jalan Pemuda Disterilkan dari Pedagang Dugderan

Suasana saat event Dugderan di sekitar Alun-alun Masjid Agung Semarang atau dikenal Masjid Besar Kauman, di Kawasan Pasar Johar Semarang, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Agar tak membuat kemacetan atau kepadatan arus lalu lintas di sekitar Kawasan Pasar Johar, Pemkot Semarang melalui Dinas Perdagangan tahun ini melarang lapak pedagang  menempati ruas Jalan Pemuda selama event dugderan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya lapak pedagang dugderan sendiri memenuhi sepanjang Jalan Pemuda. Sehingga membuat kemacetan.

Tahun ini event dugderan sudah dibuka sejak Minggu (12/3/2023) hingga awal Ramadan atau sebelum puasa. Karena ada larangan, sehingga Jalan Pemuda bebas dan steril dari lapak pedagang dugderan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurcholis menjelaskan, event dugderan tahun ini sedikit berbeda soal penempatan lapak pedagang dugderan, yaitu tidak masuk ke ruas Jalan Pemuda. Diakui memang untuk menjaga agar arus lalu lintas tetap tetib, lancar, dan tidak mengganggu pengendara yang melintas.

“Nantinya pengaturan arus lalu lintas di kawasan Johar ini selama dugderan melibatkan Satlantas Polrestabes Semarang. Akan dilakukan penutupan akses kendaraan masuk di sepanjang Jalan Ki Narto Sabdo, yakni dari traffic light perempatan Pekojan sampai depan Hotel Metro Park View, karena area ni dipakai lapak pedagang. Khusus di Jalan Pemuda kita sterilkan, tidak ada penempatan lapak pedagang di sana,” ujarnya, Kamis (16/3/2023).

Dia menambahkan, sedikitnya ada 165 lapak pedagang yang ikut meramaikan tradisi dugderan sebelum memasuki bulan puasa. Selain ada lapak kuliner, juga pakaian, wahana hiburan dan lainnya.

“Sebelum dibuka secara resmi pada Minggu (12/3) kemarin, kami telah melakukan persiapan dengan doa bersama para pedagang, agar diberi kelancaran dan tidak ada halangan suatu apapun,” imbuhnya.

Ditambahkan, nantinya jam operasional pedagang  dibuka dari pukul 09.00 WIB- 21.00 WIB. Tentunya pedagang diharapkan dapat menyesuaikan dengan aturan buka tutup dari Pemerintah Kota Semarang ini.

Puncak event dugderan ini akan digelar Kirab Budaya Dugderan, arak-arakan dari Balai kota menuju Masjid Kauman Semarang.

Direncanakan untuk prosesi kirab akan dilakukan pada 23 Maret yang akan digelar lebih meriah dari tahun sebelumnya.

Sementara, Ketua Yayasan Badan Pengelola Masjid Agung Semarang KH Khammad Ma’sum Alhafidz mengatakan, ada sebanyak 116 stan pedagang yang ikut meramaikan event dugderan Pemkot Semarang. Para pedagang UMKM yang dikelola oleh Masjid Kauman Semarang meliputi 30 persen berjualan minuman, 30 persen makanan dan 40 persen permainan.

“Stand pedagang ditempatkan di depan Alun-alun Masjid Kauman, dan sekitar area kulineran Alun-alun. Pedagang menjual aneka makanan, dan ragam mainan khas dugderan seperti mainan dari bahan dasar tanah liat, mainan jadul kapal otok-otok dan miniatur truk dan bus dari bahan kayu serta pakaian,” jelasnya. (HS-06)

Momentum Peringati Hari Perempuan Internasional, Generali Gaungkan Pemberdayaan Perempuan di Dunia Kerja

Komisi V DPR RI akan Kawal Terus Infrastruktur Jalan di Pantura Kendal