HALO SEMARANG – Untuk mensiasati harga komoditas pangan strategis seperti cabai yang sangat fluktuatif, dan cenderung melonjak terutama menjelang hari besar keagamaan, maupun saat hadapi ramadan, salah satunya bisa dengan menyiapkan tempat penyimpanan seperti Cool Storage. Tempat penyimpanan atau semacam ruang kontainer ini untuk menjamin keamanan dan kesegaran produk makanan, sayuran maupun buah.
“Sebenarnya di Kota Semarang butuh cool storage ini agar cabai disimpan dalam bentuk kering. Pas harga sedang murah-murahnya, lalu disimpan nantinya bisa diolah menjadi cabai kering. Sehingga tidak terpengaruh oleh kondisi naik turunnya harga di pasaran. Kami juga sosialisasikan dan mengadakan pelatihan untuk membuat bubuk cabai kering ke masyarakat,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, Rabu (12/3/2025).
Selain itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk menanam tanaman cabai di rumah dengan polibag, atau memanfaatkan ruang-ruang kosong di rumah untuk ketahanan pangan keluarga.
“Kalau ada tanaman cabai di rumah kan tidak perlu beli ke pasar, sehingga bisa untuk kebutuhan sendiri,” imbuhnya.
Menurut Endang, umumnya harga komoditas cabai dan bawang merah cenderung tinggi jelang ramadan dan hari raya keagamaan.
“Saat momen tersebut kebutuhan meningkat, sedangkan stoknya menipis. Karena dipengaruhi faktor gagal panen di tingkat petani, akibat cuaca ekstrem yang tidak menguntungkan pada tanaman cabai. Saat ini untuk stok cabai di Semarang berasal dari wilayah Temanggung hingga Jawa Timur, sedangkan telur dan daging ayam ras utamanya berasal dari Kendal, lalu ada di daerah Gunungpati,” paparnya.
Rentang kenaikan harga kebutuhan pokok dikatakan mengalami lonjakan, jika tembus sudah di atas 10 persen. Maka Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Semarang akan turun guna menindaklanjuti hal tersebut.
“Kalu sudah di atas 10 persen (kenaikannya-red) TPID akan kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan stakeholder lainnya untuk menindaklanjuti. Bahkan bisa juga dilakukan operasi pasar,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Stabilisasi Harga, Dinas Perdagangan, Siti Arkunah.
Namun, diakui memang ada beberapa komoditas yang perlu diwaspadai mengalami kenaikan jelang ramadan maupun hari raya.
“Seperti cabai rawit merah, bawang merah, daging ayam, telur itu perlu diwaspadai kenaikan harganya. Kalu beras ini terkendali karena musim panen juga kan,” ungkapnya. (HS-06)