in

Angka Terpapar Masih Tinggi, Keluarga dengan Anak Berisiko Stunting di Kendal Dapat Subsidi Makanan Bergizi

Penyerahan subsidi harga pangan sumber energi kepada keluarga dengan anak berisiko stunting, di Balai Desa Bangunrejo, Kecamatan Patebon, Kendal, Rabu (11/6/2025)

HALO KENDAL – Tingginya angka anak berisiko stunting di Kabupaten Kendal yang masih mencapai 22 persen, membuat pemerintah terus berupaya maksimal untuk menurunkan angka stunting. Salah satunya dengan pemberian subsidi makanan bergizi.

Hal itu disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, saat menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, berupa subsidi makanan bergizi di Kantor Desa Bangunrejo dan Kebonharjo Kecamatan Patebon, Kendal Rabu (11/6/2025).

“Kasus stunting di Kabupaten Kendal saat ini masih sekitar 22 persen, masih cukup tinggi ya. Jadi butuh intervensi semua pihak,” ujarnya kepada sejumlah awak media.

Bupati menekankan, keluarga dengan anak berisiko stunting perlu mendapatkan makanan bergizi yang cukup dan seimbang. Makanan tersebut harus mengandung nutrisi penting seperti karbohidrat, lemak, protein, berbagai vitamin, kalsium, dan mineral lainnya.

“Tujuannya, adalah untuk memastikan anak dan ibu mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan demi mendukung tumbuh kembang anak yang optimal,” tandasnya.

Sementara paket bantuan subsidi makanan bergizi yang disalurkan berisi telur dua kilogram, beras premium satu kilogram, serta olahan daging, ikan atau ayam, dengan harga normal per paket Rp 180.000 namun warga cukup hanya membayar Rp 20.000.

“Pemerintah akan terus berupaya maksimal untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Kendal. Berbagai usaha dilakukan termasuk pemberian subsidi makanan bergizi ini. Nah tujuannya untuk memberi tambahan gizi pada anak dan ke depan tidak stunting lagi,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati bantuan subsidi tersebut akan diberikan hingga bulan Desember 2025, namun bila dalam tiga-empat bulan kondisi anak sudah normal akan dialihkan kepada yang lain.

“Jadi hari ini di Desa Bangunrejo ada 50 paket, yang diberikan kepada warga Desa Bangunrejo, Kumpulrejo, Magersari dan Sukolilan. Jadi bantuan sesuai dengan data-data dari puskesmas, bagi anak-anak yang berisiko stunting,” ujarnya.

“Kemudian setelah ini di Desa Kebonharjo ada 54 paket, yaitu untuk warga Desa Kebonharjo, Purwosari dan Lanji,” imbuh Bupati.

Sementara Kepala Desa Bangunrejo ,Subur Falahudin, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan bantuan subsidi makanan bergizi. Dia berharap, bantuan bisa menurunkan angka stunting di desanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Kebonharjo, Edi Lukman, yang juga berharap, program bisa menurunkan angka stunting di desanya, dan program bisa berkelanjutan.

“Terima kasih pada pemerintah yang telah memberikan bantuan subsidi makanan bergizi ini. Semoga bisa menurunkan angka stunting di desa kami. Selanjutnya kami mohon, program bisa terus dilaksanakan,” ungkapnya. (HS-06)

 

Idul Adha 2025, PDM Kendal Catat 1.191 Hewan Kurban Senilai Rp 15 Miliar

Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Dewan Minta Inovasi Kota Makin Diperkuat