in

Ajak Warga Waspadai Penipuan Digital, PKM UGM Gandeng Diskominfo Wonogiri Sosialisasi di Desa Pokoh Kidul

Foto bersama Geladi Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UGM, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonogiri, dalam rangkaian sosialisasi keamanan digital kepada masyarakat di Desa Pokoh Kidul Kecamatan Wonogiri, baru-baru ini. (Foto : wonogirikab.go.id)

 

HALO  WONOGIRI – Tim Gerakan Literasi Digital Indonesia (Geladi) Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM), belum lama ini menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonogiri, untuk berkolaborasi memberikan sosialisasi keamanan digital kepada masyarakat di Desa Pokoh Kidul Kecamatan Wonogiri.

Kegiatan ini digelar, karena modus kejahatan digital juga semakin beragam, mulai dari phishing, akun palsu, link berbahaya, penipuan transaksi, hingga manipulasi melalui media sosial dan aplikasi pesan.

Pengabdian masyarakat yang dikemas dalam program kreativitas mahasiswa (PKM), dengan mengangkat tajuk “Waspada Penipuan Digital” ini, juga dimaksudkan untuk meningkatkan literasi digital serta membentengi masyarakat dari kejahatan siber.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung selama dua hari pada 22–23 Agustus 2026 tersebut dipusatkan di Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri.

Program pengabdian kepada masyarakat ini turut didukung penuh oleh Mafindo Wonogiri dan Tular Nalar, serta berada di bawah bimbingan dosen pengampu Dr Novi Kurnia.

Sebanyak 100 peserta dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti jalannya edukasi.

Peserta terdiri atas jajaran staf pemerintah desa, karang taruna, kader kesehatan, anak-anak, Gen Z, hingga kelompok lansia Desa Pokoh Kidul.

Subkoordinator Keamanan Informasi Diskominfo Kabupaten Wonogiri, Ginus Pandhu Setyawan, hadir sebagai narasumber bersama dengan Giri Lukmanto, dan Fransiska Suraningsih.

Dalam pemaparannya, Ginus menekankan bahwa pesatnya evolusi teknologi digital selain membawa kemudahan, juga diiringi dengan meningkatnya modus penipuan.

Kejahatan siber kini hadir dalam beragam bentuk, seperti phishing, tautan (link) berbahaya, akun palsu, penipuan berkedok hadiah, hingga manipulasi data pribadi melalui media sosial dan aplikasi pesan.

“Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tidak terburu-buru saat menerima pesan atau penawaran yang mencurigakan. Selalu lakukan verifikasi melalui kanal-kanal resmi sebelum memberikan data pribadi maupun melakukan transaksi keuangan,” ujar Ginus.

Ia juga menyuarakan slogan penting sebagai pedoman masyarakat dalam beraktivitas di dunia digital: “Saring sebelum sharing, verifikasi sebelum bertransaksi.”

Sementara itu, tim Geladi UGM yang terdiri atas oleh Aditya Muhaimin Andika, Nur Indah Kumala, dan Rifdah Anggraheni berharap edukasi ini dapat memberikan pemahaman praktis bagi warga Desa Pokoh Kidul dalam mengenali modus penipuan dan mengambil tindakan yang tepat jika menemukan indikasi kejahatan digital.

Melalui sinergitas antara pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas literasi digital ini, Pemkab Wonogiri berharap masyarakat Desa Pokoh Kidul dan Kabupaten Wonogiri pada umumnya dapat tumbuh menjadi masyarakat yang makin kritis, aman, dan tangguh di era digital. (HS-08)

 

 

Diduga Menjelekkan Perangkat Desanya di Media Sosial, Warga Sendangdawung Kendal Dimintai Klarifikasi dan Menerima Sanksi

Plt Bupati Sukoharjo Dorong Anak-Anak Budayakan Menabung