HALO REMBANG – Bupati Rembang H Abdul Hafidz berharap Pemerintah Pusat masih konsisten dengan rencana membangun jalan lingkar Kaliori-Rembang-Lasem, walaupun ada rencana pembangunan tol Semarang-Tuban.
Harapan itu disampaikan Bupati Rembang beberapa waktu lalu, terkait rencana tersebut. Terlebih pembangunan jalan tersebut, sudah masuk prioritas Pemerintah Pusat dan berkaitan dengan percepatan pembangunan ekonomi sejumlah kawasan.
Adapun kawasan yang dimaksud, antara lain Kendal – Semarang – Salatiga – Demak – Grobogan, Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung, dan Kawasan Brebes Tegal – Pemalang.
Percepatan pembangunan tersebut telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 79 tahun 2019
“Mudah-mudahan Pemerintah Pusat masih konsisten dengan kesepakatan yang sudah dituangkan dalam Perpres Nomor 79,” kata dia, seperti dirilis Rembangkab.go.id.
Menurut Bupati Hafidz, rencana proyek jalan lingkar itu sudah masuk ke dalam Perpres No 79 tahun 2019, sehingga harus tetap berjalan, meskipun Pemerintah Pusat berencana membangun jalur tol Semarang -Tuban.
Bupati Hafidz menerangkan, pemanfaatan jalan tol dengan jalan lingkar memiliki perbedaan. Keberadaan jalan tol tidak bisa untuk mengurai kemacetan di Rembang. Sebaliknya, jalan lingkar dapat digunakan mengurangi arus kendaraan yang melintas di wilayah perkotaan.
“Jadi beda, kalau jalan tol itu kita (Rembang) hanya dilewati saja. Kalau jalan lingkar memang untuk mengurai kemacetan,” kata dia.
Untuk diketahui, jalan lingkar Kaliori – Rembang – Lasem, panjangnya mencapai 25,5 kilometer, dengan lebar 25 meter. Pemkab Rembang sudah menyiapkan anggaran Rp 100 miliar pada tahun 2022, untuk pembebasan lahan jalan Lingkar. (HS-08)