HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta pihak pengelola tempat wisata dan hiburan di Kota Semarang mengantisipasi membludaknya pengunjung saat libur lebaran. Dengan menerapkan pengaturan waktu kunjungan dan kapasitas jumlah pengunjung yang diperbolehkan untuk masuk ke area lokasi wisata.
Antisipasi tersebut dinilai penting untuk memastikan saat terjadi lonjakan pengunjung di tempat wisata, tidak sampai terjadi kerumunan dan over load pengunjung dari kapasitasnya.
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Dyah Ratna Harimurti mengatakan, dirinya mengimbau kepada pengelola tempat wisata untuk bisa mengatur jadwal operasional dan membatasi jumlah pengunjung yang masuk sesuai dengan kapasitasnya.
“Kami dewan mengimbau pengelola tempat wisata tetap patuhi SOP protokol kesehatan bagi pengunjung yang masuk ke tempat wisata. Misalnya, dengan menunjukan aplikasi PeduliLindungi, salah satu syarat sudah vaksin untuk masuk ke tempat wisata dan pusat keramaian lainnya,” jelas Dety, sapaan akrabnya, Rabu (20/4/2022).
Dia mengaku belum lama ini sempat berkunjung ke beberapa tempat wisata non tiketing yang dinilai berpotensi terjadi kerumunan saat libur lebaran, seperti di kawasan Kota Lama Semarang. Pihaknya ingin memastikan bahwa di lokasi jadi ikon wisata favorit Kota Semarang tersebut bisa dikunjungi dengan aman dan nyaman oleh wisatawan. Karena setiap akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu, pengunjungnya luar biasa banyaknya.
“Kami minta jangan lengah prokes, meski sudah ada petugas yang terus mengingatkan prokes kepada pengunjung untuk memakai masker saat berada di lokasi wisata. Lalu, penyediaan tempat cuci tangan di sejumlah titik lokasi juga harus diperhatikan serta jika ada kerumunan pengunjung, ada juga petugas yang menertibkan, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona,” imbuhnya.
Meski kondisi jumlah kasus Covid-19 di Kota Semarang saat ini menurun, jangan sampai masyarakat lengah. Meskipun sudah divaksin dosis satu dan kedua, bahkan vaksin booster yang bisa menangkal penyebaran virus.
Selain itu, Dety juga mengimbau masyarakat tidak berlama-lama mengobrol di dalam ruangan sesudah aktivitas makan di restoran.
“Sekarang restoran sudah berjubel, jadi harus bisa menjaga diri masing-masing agar tidak tertular lagi. Kami juga meminta Disbudpar untuk memperhatikan terkait kapasitas dan jumlah pengunjung di tempat wisata maupun rumah makan,” tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin mengatakan target pengunjung pada masa libur lebaran tahun ini yakni delapan ribu orang per hari. Per hari ada sekitar 5- 8 ribu pengunjung.
“Biasanya penigkatan pengunjung terjadi selama satu pekan, dimulai saat libur hari H Lebaran Idul Fitri,” katanya.
Selain pembenahan fasilitas kandang dan penambahan infrastuktur berupa wahana baru, pengelola juga menyiapkan lokasi untuk cuci tangan dan fasilitas tempat agar pengunjung tidak berkerumun. Termasuk penambahan kantong parkir kendaraan pengunjung agar bisa tertampung.
Meski angka covid-19 menurun, pihaknya tetap mengantisipasi penyebaran virus corona saat dan paska libur lebaran.
‘’Seperti pengalaman (libur lebaran) sebelumnya terjadi peningkatan jumlah kasus. Karena pandemi belum benar-benar hilang, jadi kami tidak mau justru penyebaran virus merebak lagi setelah masa liburan seperti tahun kemarin,” pungkasnya. (HS-06)