in

Ada Orang Bakar Kertas, 25 Pohon Hutan di Petungkriyono Pekalongan Ludes

 

HALO PEKALONGAN – Kapolsek Petungkriyono, Iptu Eko Widiyanto meminta agar masyarakat berhati-hati dan waspada, agar kebakaran seperti di hutan Petungkriyono, Jumat (25/8/2023) lalu tidak terjadi lagi.

Hal itu disampaikan Kapolsek Petungkriyono, Iptu Eko Widiyanto, terkait kebakaran di Petak 39d2/1957 RPH Tlogopakis BKPH Doro KPH Pekalongan Timur (area hutan Desa Curug Muncar Kecamatan Petung Kriyono).

Menurut Kapolsek Petungkriyono, Iptu Eko Widiyanto, penyebab kebakaran diduga dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), yang membakar kertas di pinggir jalan.

“Api yang membakar kertas kemudian merembet ke area hutan Petak 39d2 Sadapan,” kata dia, seperti dirilis humas.polri.go.id, Minggu (27/8/2023).

Kejadian tersebut kemudian diketahui oleh warga, yang selanjutnya melaporkan kepada aparat Desa Curug Muncar dan Polsek Petungkriyono.

“Personil Polsek bersama BKPH Doro – RPH Tlogopakis serta masyarakat sekitar Curug Muncar berusaha memadamkan api,” kata Iptu Eko.

Berkat kerja sama tersebut, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 wib. Sementara itu, dari pihak perhutani mengecek jumlah pohon yang terbakar sebanyak 25 batang.

Kapolsek Petungkriyono menghimbau kepada warga untuk berhati-hati dan waspada akan bencana kebakaran, terlebih saat ini masih dalam musim kemarau.

“Jangan membakar sampah ataupun benda yang mudah terbakar sembarangan, dan jangan membuang puntung rokok sembarangan. Mari kita Bersama-sama menjaga supaya tidak terjadi bencana kebakaran,” ucapnya.

Apel Karhutla

Sebelumnya, satgas penanganan Karhutla Kabupaten Pekalongan, yang dipimpin oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi, melaksanakan apel gelar pasukan di halaman Mapolres Pekalongan, belum lama ini.

Apel gelar pasukan satgas penanganan karhutla Kabupaten Pekalongan, dihadiri juga oleh Waka Polres Pekalongan, Kompol Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi, Bupati Pekalongan diwakili Asisten 3 Setda Kabupaten Pekalongan; serta sejumlah pejabat lain.

“Dari prakiraan BMKG, bulan Juli dan Agustus tahun 2023 merupakan puncak musim kemarau, yang mana hal itu menimbulkan kerawanan bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan,” kata Kapolres.

AKBP Wahyu Rohadi juga mengatakan, dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selama periode Januari-Juli 2023 luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sudah mencapai 90.405 hektar dan seluruh kebakaran itu tercatat menghasilkan emisi lebih dari 5,9 juta ton ekuivalen karbon dioksida.

“Adapun dari pantauan satelit selama kurun waktu bulan Juli dan Agustus 2023, di wilayah Kab. Pekalongan terpantau 9 (sembilan) titik panas dan hal tersebut dapat diantisipasi oleh petugas. Sedangkan kebakaran lahan yang menjadi atensi terjadi 2 kali, dan alhamdulillah semuanya tidak meluas serta dapat dipadamkan oleh petugas,” tambahnya.

AKBP Wahyu Rohadi menegaskan, sinergitas TNI, Polri dan Pemda dalam hal ini BPBD dan Damkar Kabupaten Pekalongan, khususnya dalam penanganan karhutla harus selalu terbina dan terjalin dengan baik sehingga pelaksanaan tugas-tugas dalam melayani masyarakat dapat berjalan dengan baik dan terselesaikan dengan dengan tuntas. (HS-08)

Tingkatkan Kemandirian dan Ekonomi Sirkular Warga Cilacap, SBI Gelar Festival Runtah

Polresta Surakarta Terjunkan Patroli Bersepeda di Car Free Day Jalan Slamet Riyadi Kota Solo