HALO SPORT – Pedro Acosta memilih untuk mengabaikan perseteruan yang tak perlu antarpembalap dan fokus dengan kualitas dirinya sendiri.
Acosta (20) setuju dengan apa yang dilakukan Dani Pedrosa, pembalap penguji tim KTM.
Musim ini merupakan debutnya di MotoGP selepas menjadi juara dunia kelas Moto3 dan Moto2.
Sebagai rookie, Pedro langsung mencuri perhatian bersama tim satelit KTM.
Keberanian dan ketenangannya dalam menaklukkan motor KTM RC16 banyak mendapat pujian.
Acosta diyakini sebagai calon bintang besar di kelas utama.
Cara dia memberikan feedback kepada para teknisi di KTM juga diacungi jempol oleh skuad pabrikan Mattighofen sendir.
Pasalnya, pembalap berjuluk Si Hiu dari Mazarron itu selalu mampu mendeskripsikan kekurangan dan keluhannya dengan bahasa yang tepat.
Ternyata rider asal Spanyol ini menjadikan Pedrosa sebagai salah satu role model-nya terutama dalam hal daya kompetitif.
Tak ada pertemanan dalam balapan dijadikan motto kerja Acosta dengan cata yang positif.
’’Saya tak mau terlalu larut dengan persahabatan dan perseteruan antarpembalap yang dapat memengaruhi hasil balapan,’’ ujar Acosta seperti dilansir dari Speedweek.
Dia pun meyakini para pembalap yang datang jauh-jauh dari luar Eropa berlomba bukan untuk sebuah pertemananm melainkan untuk menang.
’’Lihatlah Dani ketika dia kalah, saya tak pernah melihatnya tersenyum di podium kecuali dia menjadi yang pertama. Saya pikir itulah inti dari olahraga, kompetisi,’’ tegasnya.
Acosta kini bersiap melakoni balapan terakhir musim ini di Sirkuit Catalunya, Montmelo, Spanyol, 15-17 November mendatang.
Musim ini dia sudah naik podium kedua dan ketiga, tapi belum di podium utama. (HS-06)