HALO KENDAL – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kendal, menggelar Talk Show “Bupati Kendal Bersama KPK Dalam Rangka Capaian Indikator MCP KPK Area Perubahan Optimalisasi Pajak Daerah Tahun 2023”, di salah saru resto di Kendal, Senin (15/5/2023).
Monitoring Center for Prevention (MCP) adalah instrumen pemantauan pelaporan pemberantasan korupsi di pemerintah daerah yang terdiri atas sejumlah area, indikator, dan sub-indikator.
MCP merupakan sebuah aplikasi atau dashboard yang dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, untuk melakukan monitoring capaian kinerja program pencegahan korupsi, melalui perbaikan tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Acara menghadirkan narasumber Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah 3 KPK, Brigjen (Pol) Bahtiar Ujang Purnama didampingi Kasatgas Korsup Wilayah 3 KPK Uding Juharudin, Bupati Kendal Dico M Ganinduto beserta jajaran Forkopimda Kendal, Sekda Kendal, Sugiono, Kepala Bapenda Kendal, Abdul Wahab dan Wakil Kepala Divisi Bisnis Kelembagaan dan Transaction Banking Bank Jateng, Joni Anwar.
Acara juga dihadiri para Asisten, Staf Ahli dan jajaran Kepala OPD, juga para Camat, serta perwakilan Kepala Desa dan pengurus juga anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kendal.
Usai acara , Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah 3 KPK RI, Brigjen (Pol) Bahtiar Ujang Purnama kepada awak media mengatakan, hasil MCP yang dicapai Kendal sepanjang tahun sudah cukup bagus.
“Saya sudah tiga kali datang ke sini, dimana hasil yang dicapai Kendal sepanjang tahun sudah cukup bagus yang dilaporkan Bupati, dan hasil secara kuantitas penilaian MCP cukup bagus. Dimana dari tahun kemarin 92 nilainya sekarang jadi 94 koma sekian,” ujarnya.
Kemudian lanjut Brigjen (Pol) Bahtiar, pihaknya juga siap mensupport terhadap program-program dari Pemkab Kendal, salah satunya untuk meningkatkan peran dari UMKM.
“Karena di manapun UMKM sangat berperan sekali dalam pertumbuhan ekonomi. Dan nanti bisa disatukan dengan visi pak Bupati, diantaranya meningkatkan kemandirian maupun investasi dalam industri,” lanjutnya.
“Ini juga sangat sinkron. Industri besar dan UMKM bisa bersatu di dalam satu program kegiatan pembangunan di Kabupaten Kendal,” imbuh Brigjen (Pol) Bahtiar.
Sementara terkait antikorupsi, dirinya berpesan di mana semua yang dikerjakan harus bernuansa antikorupsi. Supaya tujuan pembangunan tercapai lebih cepat. Menurutnya, setiap pembangunan nasional pasti ada tujuannya. Tapi kalau dikorupsi, tujuannya akan lambat atau bahkan tidak tercapai.
“Nah dengan penguatan antikorupsi, melalui program MCP bisa diimplementasikan dengan baik, dengan bagus, dengan riil, mudah-mudahan dengan mengimplementasikan hal tersebut akan mempercepat pembangunan nasional di Kabupaten Kendal,” ujar Brigjen (Pol) Bahtiar.
Sebelumnya, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas kehadiran Brigjen Pol Bahtiar Ujang Purnama beserta jajaran, yang bersedia mengkoordinasi, mensupervisi pencegahan korupsi, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Dirinya berharap, kehadiran KPK menjadi pencerahan dan dapat menguatkan komitmen sebagai penyelenggara negara untuk mencegah terjadinya korupsi.
“Kehadiran tersebut merupakan bentuk upaya pemerintah dalam pencegahan korupsi, di mana senantiasa membutuhkan arahan, saran dari KPK. Pemerintah Kabupaten Kendal mengapresiasi kehadiran KPK. Karena semakin dekat dengan KPK akan membuat kita tertahan untuk tidak terjadi praktik korupsi,” ungkap Bupati.
“Dengan hubungan yang baik, kita berharap terus mendapat supervisi dan koordinasi, sehingga tidak terjadi praktik korupsi di tengah-tengah kita semua,” imbuh Bupati.
Dikatakan, Pemkab Kendal beserta seluruh kepala desa mempunyai komitmen tinggi dan tidak diragukan lagi untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.
Untuk itu, lanjut Dico, Pemkab Kendal senantiasa bekerja sinergis dengan aparat penegak hukum lainnya, mulai dari Polres, Kodim Kejaksaan, serta Pengadilan Negeri. Selain itu, aktif menguatkan inspektorat, para auditor demi pencegahan yang lebih terencana dan terstruktur.
“Pemerintah Kabupaten Kendal juga senantiasa merespon cepat berbagai pengaduan, baik dari masyarakat, maupun pihak lainnya, juga komitmen mencapai target monitoring pencegahan korupsi yang sudah ditetapkan oleh KPK,” tandas Bupati.
Pada kesempatan tersebut dirinya juga mengimbau, kepada OPD, Camat maupun lurah, harus mempunyai inovasi dalam bekerja, bukan hanya sekedar rutinitas, tapi berdasarkan hasil-hasil yang bisa memberikan garis yang eksponensial bukan linear. (HS-06)