in

Suhu Gerah yang Dirasakan di Kota Semarang, Begini Penjelasan BMKG

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno, saat diwawancarai awak media.

HALO SEMARANG – Kondisi suhu udara panas yang dirasakan gerah oleh masyarakat di Kota Semarang dan sekitarnya beberapa hari belakangan ini, merupakan fenomena alam biasa yang sering terjadi saat memasuki musim kemarau.

Apalagi bulan April ini sebagian besar wilayah di Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang sudah masuk musim kemarau. Kecuali wilayah pegunungan tengah yakni Temanggung, Wonosobo dan Banjarnegara yang baru masuk musim kemarau pada Juni mendatang.

Sehingga fenomena suhu udara panas di Kota Semarang yang cukup panas ini, tidak dipengaruhi oleh gelombang panas yang menerjang beberapa negara di Asia. Seperti Bangladesh, India dan Cina.

Adapun suhu udaranya yang terpanas saat ini mencapai 51 derajat celcius,À yakni
tercatat di Kumarkhali, sebuah kota di distrik Kushtia, Bangladesh. Suhu maksimum harian di sana tercatat sebesar 51,2 derajat Celsius pada 17 April 2023.

Lalu, laporan di Negeri Tirai Bambu suhu udara pada Selasa (18/4/2023) tercatat 42,4 derajat celcius di Yuanyang.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Sutikno menjelaskan, suhu panas yang dirasakan di Kota Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa tengah pada dasarnya tidak ada kaitannya dengan fenomena gelombang panas atau “heatwave” yang melanda beberapa negara di Asia. Seperti Bangladesh, India dan Cina serta beberapa negara asia lainnya.

“Suhu udara panas yang kita rasakan saat ini karena memang fenomena alam biasa, karena dipengaruhi gerak semu matahari di bulan April ini. Karena posisi matahari berada di atas Khatulistiwa dan bergerak ke Utara, selain itu wilayah Jateng secara umum sudah memasuki musim kemarau di bulan April ini, kecuali wilayah pegunungan Tengah (Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara) yang musim kemaraunya di bulan Juni mendatang,” terangnya, saat dikonfirmasi, Rabu (26/4/2023).

Suhu di Kota Semarang yang tercatat di BMKG Semarang terpanas, lanjut dia, terjadi pada tanggal 19 April 2023, yaitu mencapai 35 derajat celcius, dan secara umum suhu rata-rata maksimumnya adalah 34 derajat celcius.

“Dengan kondisi panas ini masih belum tergolong ekstrim,”paparnya.

Sedangkan, musim kemarau untuk Jawa Tengah puncaknya di bulan Agustus, sehingga kondisi panas dan gerah ini akan kita rasakan masih cukup panjang.

“Jadi diimbau masyarakat untuk mengurangi aktifitas tidak penting di luar ruangan dan bijak menghadapi musim kemarau yang menyebabkan suhu udara panas ini. Umumnya saat musim kemarau itu memiliki fenomena jika siang panas dan ketika dini hari hingga pagi cenderung lebih dingin dari biasanya karena tutupan awan yang sedikit. Dan untuk wilayah Dieng siap2 dengan kejadian tahunan yaitu potensi embun upas di Bulan Mei – September,” katanya.

Namun, kata dia, masyarakat harus tetap waspada potensi hujan lebat dalam durasi singkat pada sore-malam hari di wilayah semarang dan sekitarnya yang disertai petir dan angin kencang.

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI menjelaskan, suhu panas pada April di wilayah Asia ini secara klimatologis dipengaruhi oleh gerak semu matahari. Namun, lonjakan panas di wilayah sub-kontinen Asia Selatan, kawasan Indochina, dan Asia Timur pada 2023 ini termasuk “yang paling signifikan lonjakannya.”

Di Indonesia, suhu maksimum harian tercatat mencapai 37,2॰C di stasiun pengamatan BMKG di Ciputat pada pekan lalu, meskipun secara umum suhu tertinggi yang tercatat di beberapa lokasi berada pada kisaran 34॰C – 36॰C hingga saat ini.

“Secara karakteristik fenomena, suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya,” Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, malalui rilisnya, Selasa (25/4/2023). (HS-06)

Apel Bersama Sekaligus Halal Bi Halal, Wabup Kendal dan Para ASN Saling Bermaafan

Berlayar dari Semarang, Ratusan Pemudik Diangkut KRI Banjarmasin Balik ke Jakarta