HALO BATANG – Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN) Batang bersama Kampung Hijrah, dalam 10 hari terakhir Ramadan, menggelar i’tikaf di Masjid Agung.
Sekretaris DPC SPN Batang, Gotama Bramanti, menyampaikan kegiatan tersebut digelar agar seluruh anggota yang beragama Islam, mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.
Dalam kegiatan tersebut, pihak SPN menghadirkan Ustaz Casrameko dan Kyai Hijrah Saputro, untuk membimbing para anggota sehingga selama beri’tikaf di masjid selalu dalam keadaan khusyu’.
“Kegiatan ini diisi dengan shalat tobat, shalat tasbih dan shalat hajat berjamaah serta berzikir dan khataman Al-Qur’an,” katanya, di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin Batang, Kabupaten Batang, Rabu (19/4/2023).
Ia mengharapkan kegiatan semacam ini dapat meningkatkan kualitas spiritual jajaran pengurus dan anggota SPN.
“Tujuannya supaya kami selalu mendapat ridha dan bimbingan Allah ketika mengawal Kawasan Industri Terpadu Batang,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.
Kegiatan ini juga bagian dari edukasi pengurus SPN, terhadap para anggota agar ketika membangun hubungan antara pekerja dan pengusaha dapat berjalan secara harmonis dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.
Petik Pelajaran

Kegiatan keagamaan juga dilaksanakan oleh para siswa muslim di SMK 1 Warungasem (Neswara), selama Ramadan, sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM).
Pembina Rohani Islam, Nurul Hikmah mengatakan, setiap para siswa muslim dirutinkan membaca Al-Qur’an, sehingga keimanan dan ketaqwaan anak makin meningkat.
“Bulan Ramadan itu adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an dan harapannya anak-anak bisa memetik pelajaran bahwa banyak ayat yang mengandung perintah Allah yang harus dilakukan dan larangan yang harus ditinggalkan,” katanya, baru-baru ini seperti dirilis batangkab.go.id.
Ia memastikan, jiwa kedisiplinan anak saat memasuki dunia kerja atau bisnis akan lebih baik dan yang terpenting kejujurannya.
Keduanya akan tertanam dan menjadi sebuah kebiasaan berkat disiplin mengaji, yang tentunya tidak hanya dilakukan saat Ramadan saja, namun di bulan-bulan berikutnya menjadi sebuah Keistiqomahan yang terus terjaga.
Salah satu siswa, Aqilah Dafa Zayan mengungkapkan, dengan istiqomah membaca Al-Qur’an di masa depan saat memasuki dunia kerja atau berbisnis, insya Allah bisa menjadi pedagang atau karyawan yang mampu menjaga amanah kepada konsumen.
“Ada sebagian penjual produk online yang tidak amanah, misalnya saat memesan barang setelah dibayar dulu, ternyata produk tidak sesuai pesanan atau bahkan kosong, tentu membuat konsumen kecewa,” ungkapnya.
Baginya menjaga amanah dan kejujuran sangat penting, terlebih menjaga kepercayaan konsumen.
Jangan sampai kepercayaan yang telah dibangun hilang begitu saja, karena apabila produsen atau karyawan tidak amanah, akan berpengaruh terhadap penjualan maupun pendapatan.
Sementara itu, Kepala SMK Neswara Batang, Suyanta menekankan, selama 10 hari terakhir anak didik diintensifkan membaca Al-Qur’an, untuk menggapai Lailatul Qadar, meskipun umat muslim menanti kedatangan di malam hari.
“Tapi setidaknya melalui pembiasaan yang baik ini, walaupun hanya menargetkan anak selesai pada juz 30, mereka akan terbiasa dengan membaca Al-Qur’an setiap harinya ketika berada di rumah,” ujar dia. (HS-08)