in

Kaum Muda Khawatirkan Degradasi Budaya di Kota Semarang

HALO SEMARANG – Generasi muda di Semarang khawatir tentang perkembangan kota. Hal itu mencuat pada diskusi publik bertajuk Anak Muda Bicara Kota, Towards Sustainable City of Semarang yang digelar Senin (17/4/2023) di Restoran Sante Lot 28, Kota Semarang.
Salah seorang pembicara Jose Amedeus mengungkapkan keprihatinannya pada perkembangan budaya.

“Lama-lama budaya di Kota Semarang ini akan terdegradasi,” ujarnya setelah menyebut beberapa kebijakan pada bidang kebudayaan yang menurutnya kurang tepat.

Dia menegaskan, pembangunan tak seharusnya menghilangkan jatidiri Semarang. Sementara aktivis lingkungan Adetya Pramandira mengungkapkan data kerusakan lingkungan yang kian parah. Menurutnya, Kota Semarang dan juga Provinsi Jawa Tengah butuh aturan yang lebih tegas untuk melindungi kelestarian alam.

“Saya juga mengajak semua yang di sini serta seluruh generasi muda untuk lebih peduli pada kelestarian lingkungan. Mari beraksi. Kita tentu ingin mewariskan bumi yang hijau untuk generasi mendatang,” katanya.

Hadir pula sebagai pembicara pada acara yang digelar Komunitas Transformasi Kota (Kotta) selebgram Adheniar J Maeda, aktivis perempuan Yayuk Sri Rahayu, serta anggota DPRD Kota Semarang, Yosi Yonardo GRP.

Ikut berbicara pada forum tersebut, tokoh masyarakat Achmad Yudi Suwarso. Dia menegaskan, semestinya pemerintah memfasilitasi generasi muda dengan membuatkan wadah untuk menampung aspirasi mereka.

“Wadah itu juga menjadi ruang para pemuda untuk menunjukkan kreativitas masing-masing,” tambahnya.

Dia juga berpesan untuk para pemimpin serta wakil rakyat agar tak bersikap antikritik pada apa yang diungkapkan oleh generasi muda. Direktur Kotta Vivin SW menegaskan, pihaknya hadir untuk menyuarakan apa yang menjadi keinginan generasi muda, terutama di Kota Semarang. Dia menegaskan siap berkolaborasi dengan komunitas lain untuk membawa Semarang menjadi kota yang lebih baik.(HS)

Pegadaian Kanwil XI Semarang Berangkatkan Ratusan Pemudik ke Jatim dan Jabar

Jelang One Way Nasional, Jumlah Kendaraan Masuk ke Jateng Melintas di GT Kalikangkung Masih Landai