HALO SEMARANG – Francesco Bagnaia, juara dunia MotoGP 2022, memilih fokus pada diri sendiri.
Pecco, sapaan akrab Bagnaia, juga belum mau dianggap sebagai jagoan utama tim Ducati.
Persaingan internal di Ducati berlangsung sengit musim ini.
Pecco kembali dijagokan pada seri balap ketiga MotoGP Amerika 2023, 14-16 April.
Dia telah menunjukkan bahwa nomor 1 pada motornya bukan pajangan belaka.
Pecco berjaya pada Grand Prix (GP) Portugal, tapi gagal bersinar di MotoGP Argentina.
Dalam klasemen sementara, pembalap asal Italia ini berada di bawah Marco Bezzecchi (tim Mooney VR46 Ducati).
Pecco (26) mengakui harus membuat perbedaan dengan penunggang Ducati Desmosedici GP lainnya.
Ducati sedang mendominasi MotoGP 2023 dengan deretan pembalap yang hampir semuanya mampu bersaing di depan.
Selalu ada pembalap Ducati di posisi tiga besar dalam 28 balapan beruntun, atau malah 30 jika lomba sprint masuk hitungan.
Bahkan, pembalap yang mendapatkan motor lama pun bisa menang.
’’Semua pembalap Ducati sangat cepat. Mereka sangat bagus dan karena motor kami juga bisa disesuaikan dengan berbagai macam gaya berkendara,’’ ujar Pecco seperti dikutip dari Autosport.
Keberhasilan meraih gelar juara pada musim lalu memberi keyakinan bagi Bagnaia untuk mengejar hasil terbaik.
’’Tampil cepat dan menjadi juara adalah dua hal yang berbeda. Buat saya, merebut gelar jauh memberi ketenangan. Saya sudah pernah menang dan saya tahu saya bisa melakukannya lagi,’’ jelasnya.
Pecco bertekad untuk tak mengulang kesalahan seperti pada GP Argentina. (HS-06)