HALO SEMARANG – Selama Ramadan, stok darah di PMI turun drastis, hingga mencapai 70 persen. Hal itu karena banyak donatur dan relawan yang menunda melaksanakan donor, karena sedang puasa Ramadan.
Wakil Bendahara PMI, Jacobus Dwihartanto menyatakan, pihaknya sudah mengantisipasi kemungkinkan kelangkaan stok darah yang terjadi selama Ramadan dan Lebaran akibat turunnya jumlah pendonor. Ketersediaan darah untuk donor secara ideal adalah dua persen dari jumlah penduduk. Jika jumlah penduduk Indonesia sebanyak 260 juta maka idealnya dibutuhkan darah sekitar 5,2 juta kantung darah.
“Selama ini stok darah setiap momen Ramadan cenderung berkurang signifikan, bahkan hingga 70 persen. Kami sudah mengantisipasi jauh-jauh hari sebelum masuk Ramadan. Maka kami pastikan secara keseluruhan stok darah PMI untuk saat ini relatif aman. Kebutuhan stok darah terbanyak di Jakarta, Surabaya dan Semarang,” kata pria yang akrab disapa Om Jack tersebut di Kota Semarang, Rabu (12/4/2023).
Selain menggenjot program donor darah di banyak daerah, PMI saat ini juga tengah menyiapkan ratusan posko mudik pada masa libur Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah. Posko mudik tersebut disiapkan untuk memberikan rasa keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat saat arus mudik maupun arus balik.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami setiap menjelang Lebaran senantiasa melakukan persiapan untuk arus mudik, dan bekerja sama dengan pemangku kepentingan,” kata pria yang akrab disapa Om Jack tersebut di Kota Semarang, Rabu (12/4/2023).
Posko mudik disiapkan di sejumlah titik, khususnya pada jalur-jalur mudik yang selama ini menjadi perlintasan. Ia menyebut, PMI pusat bekerja sama dengan pengurus daerah menyiapkan 150-200 posko selama libur Lebaran.
“Jumlah posko mudik yang kami siapkan sekitar 150-200 unit. Paling banyak di memang berada di Jateng. Meski demikian, semua daerah tetap kami prioritaskan, alias tidak ada daerah tertentu yang kami beri pengecualian,” ujarnya.
Posko mudik tersebut juga dilengkapi dengan sarana prasarana penunjang seperti mobil ambulans, perlengkapan medis, hingga tenaga kesehatan. Tenda posko ini disiapkan di beberapa jalur, mulai Jakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Untuk diketahui, selain berkecimpung di PMI, Jacobus Dwihartanto juga aktif di banyak organisasi. Beberapa di antaranya sebagai Dewan Pembina Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) dan Ketua Badan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Partai Golongan Karya (Golkar) hingga sekarang.
Pria kelahiran Jakarta, 25 Juli 1960 itu mengenyam pendidikan formal di SMA Kolese Kanisius, Jakarta. Kemudian melanjutkan studi lanjut di Universitas Trisakti, Jakarta. Sedang pendidikan nonformalnya, ia pernah di Solution Selling Course, Sydney Australia dan Kursus Reguler Angkatan (KRA) Lemhannas RI.(HS)