in

Keputusan Terpaksa yang Sulit

HALO SEMARANG – Todd Boehly, pemilik Chelsea, melakukan keputusan terpaksa yang sulit saat memecat manajer Graham Potter.

Mendepak Potter menjadi pilihan setelah situasi klub makin parah.

Kesabaran Boehly dan rekan bisnisnya, Behdad Eghbali, habis selepas The Blues dipukul Aston Villa 0-2 dalam lanjutan Liga Primer Inggris 2022-2023.

Si Biru kini terpuruk di posisi ke-11 dengan mengoleksi 38 poin.

Padahal, klub London ini sudah membelanjakan lebih dari 500 juta pound untuk memboyong pemain sejak musim panas lalu.

Dengan 10 laga tersisa, peluang Chelsea untuk bisa finis empat besar atau sekadar lolos ke kompetisi Eropa musim depan terbilang berat.

Lolos ke perempat final Liga Champions tidak bisa menyelamatkan Potter.

Meski Graham gagal, Todd melepasnya dengan baik-baik.

’’Kami sangat menghormati Graham sebagai pelatih dan juga pribadi. Dia selalu bertindak profesional dan berintegritas tinggi sehingga kami kecewa harus berakhir seperti ini,’’ ungkap Boehly seperti dikutip dari situs resmi klub.

Manajemen telah menunjuk Bruno Saltor sebagai manajer interim hingga ada manajer baru.

Tugas berat harus dihadapi Saltor karena timnya akan bertemu Real Madrid pada perempat final Liga Champions, 13 April mendatang.

Pada Rabu (5/4/2023) dini hari WIB nanti, The Blues bakal menjamu Liverpool pada laga Premier League.

Boehly berharap suporter tetap mendukung penuh Saltor dan tim untuk fokus ke sisa musim ini.

’’Kami akan berupaya maksimal dan berkomitmen penuh untuk bisa menuntaskan musim ini dengan sebaik-baiknya,’’ jelas Boehly.

Keputusan mendepak Potter adalah aksi kedua Boehly sejak mengambil alih kepemilikan dari Roman Abramovich.

Pada September 2022, dia juga memberhentikan Thomas Tuchel.

Dalam bursa pengganti Potter, Julian Nagelsmann menjadi salah satu favorit.

Nagelsmann baru saja dipecat Bayern Munich dan digantikan Tuchel. (HS-06)

Kejutan dari Tim Milik Rossi

Tingkatkan Produktivitas, 25 IKM di Kendal Ikuti Pelatihan Digital Marketing