HALO SEMARANG – Keberhasilan Indonesia dalam menangani Covid-19, tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Amerika Serikat, melalui United States Agency for International Development (USAID).
Hal itu terungkap dalam acara penutupan Kemitraan Program Bantuan Covid-19 di Perpustakaan Nasional, belum lama ini.
Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia, Imelda Martin menjelaskan sejak awal pandemi Covid-19, Pemerintah Amerika Serikat telah berkomitmen membantu Pemerintah Indonesia untuk wabah tersebut.
Komitmen ini diterjemahkan dengan memberikan bantuan kedaruratan senilai 65 juta dollar Amerika Serikat, melalui bantuan teknis di tingkat nasional maupun daerah.
“Saya ucapkan selamat kepada Kemenkes dan seluruh jajarannya yang telah bekerja keras untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia,” kata dia, seperti dirilis sehatnegeriku.kemkes.go.id.
Ia merinci, bantuan kegawatdaruratan tersebut terdiri atas dua hal, yakni bantuan teknis berupa 1.000 ventilator, 59,800 viral transport media (VTM) untuk pengujian Covid-19, dan pelatihan kepada 853 petugas kesehatan untuk edukasi Covid-19 serta bantuan vaksin sebanyak 40 juta dosis.
Imelda berharap hubungan yang baik antara Pemerintah Amerika Serikat dengan Indonesia semakin kuat dan meluas.
“Ini adalah refleksi bahwa penanganan Covid-19 membutuhkan kerja sama yang kuat dari pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan,” kata dia.
Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, memberikan apresiasi yang tinggi pada Pemerintah Amerika Serikat dan USAID.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyebut dalam kilas balik tiga tahun penanganan pandemi Covid-19, setidaknya memberi dua pelajaran penting bagi sektor kesehatan di Indonesia.
Pertama, adalah soal pentingnya kolaborasi. Saat pandemi menghantam dunia pada tahun 2020, tidak ada satupun negara yang siap. Semua negara saling belajar dan berbagi satu sama lain, melakukan praktik terbaik untuk dapat menghadapi penyakit yang sangat menular ini.
Di Indonesia, kolaborasi dan sinergi penanganan Covid-19 turut melibatkan para pemangku kepentingan baik dalam maupun luar negeri seperti Kementerian/Lembaga, TNI/Polri, BNPB, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, dunia usaha, masyarakat dan mitra strategis termasuk di dalamnya USAID.
USAID merupakan salah satu mitra yang memiliki peran besar dalam keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Sekjen menyebut, dalam tiga tahun belakangan Pemeritah Amerika Serikat melalui USAID telah memberikan berbagai bantuan esensial yang dibutuhkan dalam penanggulangan Covid-19.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada USAID karena dukungannya yang sangat luar biasa kepada pemerintah Indonesia pada saat kita menghadapi Covid-19, namun tidak hanya Covid-19 tapi kita juga memiliki long journey terhadap support dengan USAID,” kata Sekjen Kunta.
Kedua, pandemi momentum reformasi. Pandemi Covid-19 telah menunjukkan bahwa sistem kesehatan Indonesia masih terbelakang (left behind). Diperlukan reformasi besar-besaran untuk memperbaiki dan memperkuat sistem kesehatan Indonesia dalam menghadapi tantangan kesehatan kedepan.
Berangkat dari semangat untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas, Kementerian Kesehatan menginisiasi transformasi kesehatan 6 pilar yang saat ini menjadi fokus pemerintah.
Adapun keenam pilar tersebut, di antaranya transformasi layanan primer, transfomasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan.
Transformasi kesehatan 6 pilar ini, kemudian menjadi landasan filosofis pembentukan RUU Kesehatan yang saat ini telah memasuki tahap sosialisasi.
“Ini penting karena saat ini UU kesehatan sangat banyak sekali tersebar, dan beberapa ada yang perlu kita perbaiki. Semua itu. tujuannya hanya dua hal yakni kepentingan masyarakat, bukan kepentingan individu, bukan kepentingan golongan,” jelas Sekjen Kunta.
“Tujuan kedua, mengembalikan peran pemerintah untuk bisa mengatur seluruh sektor kesehatan,” lanjut Sekjen.
Sekjen Kunta menyebut penutupan penanggulangan Covid-19 bukanlah akhir dari perjalanan kemitraan antara Kementerian Kesehatan dengan USAID. Melainkan awal bagi kemitraan untuk kemajuan sektor kesehatan di masa yang akan datang.
Kedepan, Sekjen berharap agar sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun antara pemerintah Indonesia dengan USAID utamanya di bidang kesehatan dapat terus ditingkatkan dan diperkuat dalam kerangka membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia yang setinggi-tingginya.
Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, dalam acara peringatan keberhasilan kerja sama program bantuan Covid-19 menjelaskan, bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang berhasil dalam penanganan pandemi Covid-19. Bahkan keberhasilan ini mendapat pengakuan dari beberapa negara termasuk Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Kementerian Kesehatan mencatat pandemi Covid-19 relatif terkendali dalam 10 bulan terakhir.
Kesuksesan ini dapat dicapai melalui upaya masif dalam empat pilar yakni testing atau surveilans, pengobatan, vaksinasi, dan protokol kesehatan.
Selain melalui strategi penanganan pandemi, keberhasilan penanganan Covid-19 turut didukung oleh kerjasama multisektor, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah, swasta, partisipasi masyarakat, dan mitra pembangunan, maupun negara sahabat, salah satunya pemerintah Amerika Serikat melalui USAID.
“Kami mengapresiasi semua dukungan dalam memperkuat strategi surveilans, pengobatan, vaksinasi, dan protokol kesehatan. Pandemi ini memberikan pelajaran bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas menghadapi Covid-19 dan mengantisipasi pandemi lainnya di masa mendatang,” kata Wamenkes.
Selama pandemi Covid-19, Pemerintah Amerika telah memberi dukungan dan bantuan yang sangat berarti kepada Pemerintah Indonesia. Total ada sekitar 65 juta dollar AS, dana komitmen yang diberikan selama tahun 2020-2023.
Dukungan tersebut diserahkan melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), mencakup untuk 270 juta masyarakat Indonesia.
Pada tahun pertama pandemi, bantuan tersebut digunakan untuk penanganan kasus, penguatan fasilitas pelayanan kesehatan dan alat kesehatan, serta penguatan kapasitas laboratorium.
Sejak diberlakukan program vaksinasi Covid-19, bantuan kemudian diperluas untuk mempercepat perluasan dan pemerataan akses vaksinasi Covid-19 di tingkat pusat maupun daerah.
Wamenkes menyebut bantuan kegawatdaruratan tersebut sangat penting untuk membantu Indonesia keluar dari pandemi Covid-19 dengan lebih cepat.
Kini, Indonesia telah memasuki masa transisi dari pandemi menuju endemi. Ini menjadi momentum bagi pemulihan sektor ekonomi yang beriringan dengan sektor kesehatan.
Di tengah upaya penanganan pandemi, pada saat yang sama Kementerian Kesehatan melakukan reformasi sektor kesehatan yang fokus pada peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.
Untuk itu, Wamenkes berharap kemitraan yang terjalin antara Pemeritah Indonesia dan Pemerintah Amerika khususnya bidang kesehatan dapat terus berlanjut, tidak hanya Covid-19 namun juga menangani masalah kesehatan lainnya di masa depan.
Michael Kleine, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, mengapresiasi keberhasilan pemerintah Indonesia dalam menanggulangi pandemi Covid-19.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID menyerahkan penghargaan respons penanganan pandemi Covid-19, yang diserahkan oleh Direktur USAID Indonesia Jeff Cohen, kepada Kepala BKPK, Syarifa Liza Munira.
Dilanjutkan dengan, pemberian sertifikat atas kesuksesan bermitra dan kolaborasi respons Covid-19 dari Direktur USAID Indonesia Jeff Cohen yang diterima oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.
Dengan keberhasilan ini, Michael Kleine mengharapkan kemitraan Pemerintah Amerika Serikat dengan Pemerintah Indonesia di sektor kesehatan semakin kuat dan dapat terus berlanjut.
“Ini merupakan perayaan atas keberhasilan penanganan pandemi Covid-19, dan selanjutnya kita harus bersiap-siap menghadapi pandemi selanjutnya,” kata dia. (HS-08)