in

PBB, ILO, dan Undip Selenggarakan Kampanye Anti Kerja Paksa dan Pekerja Anak di Sektor Perikanan

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Buruh Internasional (ILO), menggandeng Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dalam Kampanye Anti Kerja Paksa dan Pekerja Anak di Sektor Perikanan di Hall Gedung C Lantai 4 FEB Undip, Rabu (29/3/2023).

HALO SEMARANG – Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Buruh Internasional (ILO), menggandeng Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dalam Kampanye Anti Kerja Paksa dan Pekerja Anak di Sektor Perikanan.

Indonesia merupakan salah satu penghasil ikan terbesar di dunia bersama Tiongkok dan Peru, di mana pada 2020 produksi perikanan tangkap di Indonesia diperkirakan sebesar 7,7 juta ton sebagaimana data dari Kemenko Maritim dan Investasi tahun 2022.

Sektor perikanan ini juga mempekerjakan 2,1 juta pekerja, dan 3,1 juta terlibat dalam pengolahan dan pemasaran produk perikanan.

Meski demikian, Indonesia di mata ILO termasuk tiga negara di dunia bersama Afrika Selatan (Afsel) dan Ghana yang memiliki banyak permasalahan di bidang perlindungan terhadap tenaga kerja di sektor perikanan, khususnya tenaga kerja yang bekerja di kapal ikan asing.

Atas dasar permasalahan itu, ILO menyelenggarakan kick off Program Kampanye Promosi Pekerjaan Layak di SektorPerikanan secara Hybrid (Offline dan Online), Rabu (29/3/2023) Pukul 15.00 WIB, dengan acara secara offline di Hall Gedung C Lantai 4 FEB Undip.

Acara dibuka Dekan FEB Undip Prof Dr Suharnomo, SE, MSi. Dalam sambutannya, Prof Suharnomo menyambut baikkerja sama ini dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan lembaga internasional PBB dalam eksekusi program-program ILO tersebut.

Tokoh yang hadir dalam acara ini adalah Alexandra Hallqvist, dari Headquarter Office, ILO Geneva dan Koordinator Program Nasional adalah Mr Muhamad Nour, Expert ILO-Jakarta serta Jaka Aminata, PhD, Kaprodi IlmuEkonomi Undip sebagai panelis.

Acara ini menjadi sangat penting karena ILO menaruh perhatian pada Indonesia, Afsel dan Ghana sebagai subjek penting dalam konteks Human Trafficking, Illegal Contract dan Illegal Fishing.

Program kampanye merupakan kelanjutan program yang sudah diprakarsai oleh ILO dan diinisiasi kegiatan awalnya di Geneva, 28 November 2022 hingga 2 Desember 2022 dengan topic Promoting decent work and the elimination of forced labour in the fishing industry, Teaching labour and human rights in business schools, di mana FEB Undip menjadi satu-satunya universitas di Indonesia yang diundang pada acara tersebut.

Undio ditunjuk badan PBB tersebut sebagai leading university di Indonesia, bahkan dunia dalam konteks Promosi Pekerjaan Layak di Sektor Perikanan.

Undip akan menjadi satu-satunya leading university di Asia-Pasifik yang mempunyai MoU khusus dengan ILO tentang Pekerjaan Layak di Sektor Perikanan dan FEB Undip memiliki Memorandum of Agreements (MoA), dan menjadi satu-satunya fakultas di Indonesia sebagai Role Model dalam konteks penanggulangan Human Trafficking, Illegal Contract dan Illegal Fishing.

ILO melakukan promosi atau kampanye ini dengan menggandeng perguruan tinggi dalam pembuatan desain kurikulum dan silabus yang berstandar internasional di mana Undip dan 18 perguruan tinggi dunia menjadi motor penggerak utama dalam mendukung Role model Kegiatan Bisnis dan Hak Asasi Manusia dalam Global Supply Chain yang begitu kompleks permasalahannya.

Pendidikan dan training menjadi faktor utama dalam kampanye kegiatan ini untuk melindungi hak-hak pekerja migran Indonesia. Dalam waktu dekat ILO juga akan membangun kantor Migrant Worker Center di Pemalang, Jateng, tempat paling banyak yang mengirim tenaga kerja di kapal-kapal asing, dengan perlindungan yang kurang memadai.(HS)

Kerja sama Marketplace dan Ponpes, Ganjar Dorong Santri Punya Jiwa Wirausaha

Kunjungan Kerja ke Jepara, Ganjar Sempatkan Cek Pekerjaan Jalan untuk Kesiapan Mudik