in

Program Pekka, Tingkatkan Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Perempuan

Acara Dialog Forum Pemangku Kepentingan, Meningkatkan Akses Terhadap Perlindungan Sosial Serta Layanan Publik Bagi Perempuan dan Masyarakat Marjinal, di Aula Baperlitbang Kendal, Selasa (21/3/2023).

HALO KENDAL – Baperlitbang Kendal bersama Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) menggelar acara Dialog Forum Pemangku Kepentingan, Meningkatkan Akses Terhadap Perlindungan Sosial serta Layanan Publik Bagi Perempuan dan Masyarakat Marjinal, di Aula Baperlitbang Kendal, Selasa (21/3/2023).

Dalam acara itu, hadir Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi, Pemerintahan dan Sosial pada Baperlitbang Kendal, M Muchorobin, Koordinator Program dari Yayasan Pekka, Mibnasah Rukamah, Penanggung Jawab Program di Serikat Pekka Kendal, Siti Akhidah beserta Pengurus Serikat Pekka Kendal.

Pertemuan juga diikuti oleh pegawai dari Dinas Sosial Kendal, Disdukcapil Kendal, BPJS Kesehatan, perwakilan dari Kecamatan Weleri dan Patean, TKSK Kecamatan Weleri dan Patean, serta delapan desa yang telah melaksanakan kegiatan Klinik Layanan Informasi dan Konsultasi (KLIK) Pekka.

Dalam acara juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai wujud mendorong proses perlindungan sosial yang lebih baik di Kendal.

Koordinator Program dari Yayasan Pekka, Mibnasah Rukamah menjelaskan bahwa kegiatan ini secara umum merupakan forum bagi para pemangku kepentingan untuk melakukan komunikasi, koordinasi dan kerjasama terkait akses perlindungan sosial, layanan publik dan perlindungan hukum bagi perempuan dan masyarakat marjinal.

“Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mendiskusikan dan penyelesaian masalah perlindungan sosial, layanan identitas diri, serta perlindungan perempuan dan anak temuan dari Program Pekka yaitu KLIK. Selain itu, juga untuk menyusun rencana aksi bersama sebagai tindak lanjut program,” terangnya.

Selain itu, lanjut Mibnasah, upaya pembinaan Pekka ini dilakukan secara terstruktur, untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam hal akses.

“Yaitu partisipasi, kontrol dan manfaat dalam pembangunan, penguasaan sumber daya dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan peningkatan peran perempuan. Sehingga melalui kegiatan, diharapkan agar Pekka dapat lebih mandiri dalam hal sosial dan ekonomi terutama dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi, Pemerintahan dan Sosial pada Baperlitbang Kendal, M Muchorobin menyampaikan, bahwa acara hari ini sebagai forum diskusi antara Pekka dengan instansi pemerintah terkait.

“Kegiatan ini sebagai forum diskusi, penyampaian saran dan masukan dari organisasi Pekka kepada semua pihak terkait, agar sistem perlindungan kepada perempuan, anak dan kelompok rentan lainnya kedepannya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Dalam acara itu juga dilakukan pemaparan dari penanggung jawab Program Pekka di Kendal, Siti Akhidah terkait dengan program dan persoalan-persoalan yang dihadapi sebagai bahan masukan dan saran bagi para instansi terkait.

Dikatakan, saat ini Pekka telah didampingi dan diperkuat melalui kelompok-kelompok berbasis di desa, dengan mengembangkan berbagai inovasi dan kegiatan untuk mengatasi kemiskinan, melawan berbagai bentuk kekerasan, dan menjadi pemimpin serta penggerak perubahan sosial di masyarakatnya.

“Dalam rangka memperluas jangkauan dan memperkuat peran penting, Pekka tidak hanya sebagai penerima manfaat upaya pengentasan kemiskinan, namun juga sebagai subyek dan penggerak masyarakat untuk menghapus kemiskinan, khususnya di Kendal,” beber Siti Akhidah. (HS-06)

Massage With Love Mal Ciputra Semarang Disambut Antusias Pengunjung

Cegah Kasus Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Kota Pekalongan Tekankan Pentingnya Skrining Pranikah