in

Meriahnya Dugderan Sambut Ramadan di Semarang

Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu saat mengikuti prosesi Dugderan, Rabu (21/3/2023). 

HALO SEMARANG – Kirab Budaya Dugderan kembali digelar tahun ini dengan lebih meriah pasca pandemi. Tradisi yang telah digelar sejak 1881 tersebut menjadi salah satu event pariwisata unggulan Kota Semarang dalam menyambut bulan suci Ramadan, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-476 Kota Semarang.

Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Pemuda, Kauman, dan sekitar Pasar Johar, Selasa (21/3/2023). Titik awal Kirab Dugderan berada di Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda. Di sana ada penampilan tari-tarian dan juga penabuhan bedug yang dilakukan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Terlihat dalam deretan kursi tamu ada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang duduk di sebelah Mbak Ita.

Upacara Dudgder digelar dengan bahasa Jawa. Wali Kota kemudian menabuh bedug, dan selanjutnya para Forkopimda menaiki kereta kencana untuk memulai perjalanan menuju Masjid Agung Kauman.

Dalam rombongan kirab terdapat beberapa pasukan di antaranya pasukan bergada atau kelompok atau grup prajurit yang dikirimkan dari tiap-tiap perwakilan kecamatan di Kota Semarang, setiap pasukan bergada beranggotakan 40 personel.

Bergada itu dibagi menjadi empat kelompok pasukan yakni Bergada Watang Ki Ageng Pandanaran, Bergada Pedang Temeng Surohadimenggolo, Bergada Badui Reksanegara, dan Bergada Sorogeni Gandewo Suromenggolo yang merupakan ibu-ibu lurah se-Kota Semarang yang tergabung dalam pasukan sejumlah 40 orang.

Ikon Kota Semarang, Warak Ngendog juga diarak, yang jadi simbol persatuan antara etnis sejak dulu dan digambarkan sebagai hewan dengan wujud kepala Naga (Cina), badan Buraq (Arab), dan kaki Kambing (Jawa).

Sebelum berangkat ke Masjid Agung Kauman Semarang, Mbak Ita dan Gibran juga sempat menandatangani MoU terkait pariwisata. Ita mengatakan bakal dibahas terkait wisata berkaitan dengan sejarah Kota Semarang dan Solo yang konon saling berkaitan.

Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan Dugderan tahun 2023 ini. “Alhamdulillah tahun ini Dugderan dilakukan secara penuh seperti saat sebelum pandemi lalu,” ungkap perempuan yang akrab disapa Mbak Ita.

Ada hal berbeda dalam penyelenggaraan Dugderan kali ini, di mana jika tahun-tahun sebelumnya wali kota bertindak sebagai Kanjeng Raden Mas Arya Purbaningrat, kali ini wali kota perempuan pertama di Kota Semarang itu bertindak sebagai Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum.

Dalam kesempatan itu, Mbak Ita juga mengucapkan selamat memasuki bulan Ramadan dan sangat bersyukur karena pasca pandemi sejumlah kegiatan dapat dilaksanakan tanpa pembatasan.

“Semua kegiatan bisa sepenuhnya dijalani. Ibadah sudah 100%, Alhamdulillah sudah bisa diadakan di masjid, musala, langgar,” terang Mbak Ita.

Meski demikian, pihaknya tetap berpesan kepada warga Kota Semarang untuk dapat menyesuaikan dengan protokol kesehatan. “Kami mengimbau tetap mewujudkan protokol kesehatan seperti cuci tangan, kalau di tempat ramai ya tetap pakai masker,” lanjutnya.

Mbak Ita menekankan, pada intinya agar warga bisa menjaga diri di masing-masing kegiatan. Selain itu, Mbak Ita memberitahukan kepada warga agar tidak melaksanakan buka ataupun sahur bersama di jalan raya. Mbak Ita menegaskan, pihaknya akan menyediakan tempat-tempat untuk kegiatan tersebut.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar dalam melaksanakan kegiatan buka dan sahur bersama harus melaksanakan sesuai dengan titik-titik lokasi yang ditentukan Pemkot Semarang. Kami mengimbau agar dalam kegiatan sahur dan buka bersama tidak dilakukan di jalanan, karena sudah ada Peraturan Wali kota yang melarang itu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso Poespojoedho mengungkapkan, tema Dugderan kali ini adalah ‘Simpul Penguatan Kemajemukan Budaya Menuju Pemulihan Ekonomi’. Tema tersebut, lanjutnya, mengandung arti kebangkitan perekonomian masyarakat Kota Semarang setelah pandemi Covid-19 berakhir.

Berbeda dari dua edisi sebelumnya saat pandemi, pada tahun ini rangkaian acara digelar secara penuh tanpa ada pembatasan. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang Jalan Pemuda untuk mengikuti kirab. Antusiasme warga masyarakat untuk menyaksikan pawai Dugderan juga terlihat di Masjid Agung Kauman Semarang dan Masjid Agung Jawa Tengah. Rangkaian Dugderan sendiri telah dimulai pada Senin (20/3/2023) kemarin dengan karnaval yang diikuti para pelajar SMP di Kota Semarang dan dilanjutkan puncak acara berupa kirab budaya pada Selasa (21/3/2023).(HS)

Sambut Ramadan, Ratusan Anak-Anak Diajak Pawai Keliling Kota Kendal

Wali Kota Semarang dan Wali Kota Solo Tanda Tangani MoU Pariwisata dan Budaya