HALO KENDAL – Pemkab Kendal mendukung diselenggarakannya Pasar Kuliner Digital UMKM Kendal, yang dilaksanakan Manajemen Paguyuban Pebisnis Online (MPPO) Kendal bersama PT Telkom, setiap Minggu di halaman kantor PT Telkom Kendal.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Sugiono, saat ditanya terkait Pasar Kuliner Digital UMKM Kendal, Senin (13/3/2023). Menurutnya, dengan sistem digital akan lebih memudahkan para pelaku UMKM dalam memasarkan produk unggulan secara online.
“Sistem digital akan memperluas akses pemasaran, memperluas mitra usaha dan promosi produk. Digitalisasi memudahkan bagi pelaku usaha dalam memasarkan produknya secara online,” ujarnya.
Meski demikian, Sugiono menyebut, tantangan adalah belum optimalnya bagi pelaku usaha untuk beralih dari sistem konvensional ke digital.
“Harapannya, melalui kegiatan ini dapat memberikan wawasan bagi pelaku UMKM agar bisa meningkatkan kemampuan kapasitas pengetahuan dan kualitas penjualan serta pemasaran dengan sistem digital,” ungkap Sekda.
Sebelumnya, Ketua MPPO Kendal, Ida Mufida mengatakan, Pasar Kuliner Digital dikonsep sebagai wisata kuliner keluarga yang dilengkapi arena bermain anak-anak dan hiburan musik.
Sedikitnya, ada 25 pelaku kuliner yang menyajikan beragam makanan dan minuman tradisional, seperti nasi megono, lontong opor, kue lapis, risoles, roti, minuman jahe, kunir asem, bunga telang dan lain-lain.
“Pasar Kuliner Digital buka tiap hari Minggu pagi dan event-event tertentu. Semua pembeli membayar di kasir dengan sistem digital menggunakan QRis,” terangnya
Menurut Ida, Pasar Kuliner Digital ini digelar, sebagai wadah bagi pelaku usaha kuliner di Kendal untuk mengenal sistem digital.
“Kami mengonsep sistem digital, karena di era yang serba digital, maka mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman supaya tidak ketinggalan,” ujarnya.
Sementara, Kepala Kantor Daerah Telkom (Kakandatel) Kendal, Aji Widio Utomo mengatakan, menggalakkan bagi pelaku UMKM di era global dengan sistem pembayaran secara digital.
Dijelaskan, bagi pembeli telah disiapkan kasir yang melayani pendaftaran QRis. Ke depan, pihaknya juga disiapkan pembelian secara online yang bekerja sama dengan jasa ekspedisi.
“Sebenarnya dari para pelaku UMKM sudah siap dengan sistem penjualan online, bahkan sebagian sudah jalan. Nah, bagi yang belum, kami siap memfasilitasi,” jelas Aji.(HS)