in

Dikritik Warga Soal Jalan Rusak, Bupati Kendal: Saya Sedih dan Prihatin Memikirkannya

Kondisi jalan rusak di jalan Pemuda Kota Kendal.

HALO KENDAL – Menanggapi kritikan dari warga terkait beberapa ruas jalan yang rusak, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengaku sedih dan prihatin memikirkan aduan tersebut.

Secara pribadi dirinya menanggapi positif kritik dan saran atau masukan tersebut. Bahkan menurutnya, kritik sebagai pemacu semangat untuk membangun Kendal.

“Setelah saya melakukan pengecekan jalan secara langsung kemarin, Sabtu (4/3/2023), ternyata jalan yang dimaksud warga merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya kepada awak media, saat ditemui dalam acara Jalan Sehat Bersama BUMN di Stadion Utama Kendal, Minggu (5/3/2023).

Dico lantas memaparkan, jalur Pantura Kendal, pemeliharaanya di bawah naungan kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) di bagian Bina Marga.

“Untuk ruas jalan dari Weleri sampai Sukorejo merupakan jalan yang ada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya, ruas jalan Patean, Boja merupakan jalan Kabupaten Kendal. Saat ini kondisinya masih bagus,” paparnya.

Sedangkan jalan Boja-Semarang, menurut Dico, merupakan jalan provinsi. Sehingga Pemkab Kendal tidak bisa berbuat banyak.

Dari masukan netizen yang mengatakan Boja ada wisata baru ‘Sewu jeglong’, ternyata jalan di sana memang banyak lubangnya dan sangat membahayakan bagi pengendara roda dua.

“Ya kemarin ada sindiran dari netizen di wilayah Boja jalannya banyak lubang. Dikatakan ‘wahana sewu jeglong’. Ternyata setelah saya cek, memang jalannya banyak berlubang, namun itu ranah provinsi. Jadi pihak kabupaten tidak bisa menganggarkan atau memperbaiki jalan itu,” jelasnya.

Kendati demikian, Dico selalu melakukan koordinasi dengan dinas terkait, baik kerusakan jalan provinsi maupun nasional.

Sejalan dengan hal itu, ia pun mengungkapkan, cuaca ektrem ini merupakan salah satu kendala dalam pengerjaan jalan. Sehingga saat curah hujan cukup tinggi, membuat tambalan yang belum kering pasti akan mengelupas. Bahkan biasanya lubangnya akan lebih besar lagi.

“Penambalan aspal jika terkena hujan pasti akan mengelupas lagi. Karena penambalan aspal yang baik itu lamanya 24 jam dan tidak boleh terkena air,” tandas Bupati.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Haifanny mengaku, jalan pantura di Kendal yang berlubang cukup parah yaitu dari arah lampu merah Ketapang menuju pertigaan Kodim Kendal.

Menurutnya, lubang yang parah terdapat di sepanjang jalan Soekarno-Hatta Ketapang menuju depan Polres, kemudian di jalan Pemuda menuju Kodim Kendal.

“Sepanjang jalan dari arah Semarang, seperti di bangjo Ketapang menuju pertigaan Kodim. Itu kalau kita tidak hati-hati bisa terperosok dan bahaya,” ungkap Haifanny.(HS)

Masyarakat Kendal Antusias Mengikuti Jalan Sehat Bersama BUMN, Jumlah Peserta Lampaui Target

Faiz/Shindhu Juara USC CUP