in

Charity Run Satu Kata Peduli Penyandang Difabel, Donasi Terkumpul Rp 385 Juta

Puluhan peserta Charity Run Satu Kata Peduli dilepas Bupati Kendal, Dico M Ganinduto di Alun-alun Kendal, Sabtu (4/3/2023).

HALO KENDAL – Sebanyak 93 pelari dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Ultra Marathon “Charity Run Satu Kata Peduli 3”, yang dilepas Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, di Alun-alun Kendal, Sabtu sore (4/3/2023).

Founder SatuKata Peduli, Marcelli Lianawaty mengatakan, ultra marathon Charity Run yang ketiga menempuh jarak 105 kilometer, diikuti peserta dari Aceh, Padang, Denpasar, Jakarta, Malang, Bandung, Semarang, dan Kendal.

Tujuan diselenggarkannya Charity Run adalah untuk penggalangan dana peningkatan fasilitas pendidikan anak-anak penyandang difabel di Kendal.

“Dalam arti menyediakan sarana belajar, termasuk juga sarana untuk menyiapkan mereka menuju kemandirian di lingkungan kerja, dalam kapasitasnya masing-masing,” terang Marcelli, didampingi Carla Felany selaku Project Director, dan Lexi Rohi selaku Race Director.

Dirinya mengungkapkan, para pelari merupakan pelari amal. Jadi sambil berlari menggalang donasi, tanpa hadiah. Karena menurutnya, kegiatan bukan sebuah perlombaan.

Disebutkan, dalam kegiatan Charity Run Satu Kata Peduli Ketiga ini, jumlah pesertanya meningkat. Di tahun 2021 sejumlah 12 peserta, di tahun 2022 ada 75 peserta, dan di tahun 2023 ada 93 peserta.

“Jadi di kegiatan ini, tidak ada fasilitas apapun untuk peserta. Mereka datang dari seluruh Indonesia atas gerakan hati mereka sendiri, sebagai bentuk kepedulian,” ungkap Marcelli.

Sementara untuk rute, ia menjelaskan, start dari alun-alun Kendal ke arah Kebondalem, menuju Magangan, kemudian ke arah Darupono menuju Boja, ke Singorojo, ke Patean, selanjutnya ke alun-alun Selokaton, kemudian naik ke arah atas sebelum Blimbingsari, ke Banaran dan kembali turun ke Curug Sewu.

Marcelli menambahkan, dalam Charity Run ada tiga pos peristirahatan yang disediakan buat peserta, dan di setiap lima kilometer ada water station.

“Sampai siang ini penggalangan donasi yang telah terkumpul sebanyak Rp 385 juta. Harapannya bisa bertambah, dan keseluruhan akan kami salurkan untuk sekolah dan adik-adik difabel di Kabupaten Kendal,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengapresiasi apa yang dilakukan Satu Kata, dengan kepeduliannya kepada sekolah inklusi di Kendal.

“Saya melihat antusias para pelari yang memang sudah menjadi hobi, yang mereka salurkan untuk berbagi sesama dengan cara membuka donasi dan kita fokuskan ke pendidikan inklusif,” ujarnya

“Jadi penyandang disabilitas, bagaimana mereka bisa mendapatkan support, bisa mendapatkan pendidikan sama dengan yang lain merupakan harapan diselenggarakannya Charity Run ini,” imbuh Dico.

Bupati menjelaskan, ada perbedaan penyelenggaraan Charity Run tahun ini, yaitu yang sebelumnya fokus kepada sarpras untuk sekolah difabel saja, namun sekarang ditambah program untuk memastikan para penyandang difabel mendapatkan kesempatan kerja yang sama.

“Memberikan pelatihan-pelatihan, bekerja sama dengan industri yang ada di Kendal, harapannya setelah mengikuti pelatihan, mereka mendapatkan kesempatan kerja,” jelas Dico.

Sehingga lanjut Bupati, kegiatan Charity Run bisa membantu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Kendal. “Kami berterima kasih kepada Satu Kata, yang telah menggelar kegiatan ini. Semoga ke depan bisa lebih banyak pelari yang mengikuti. Sehingga donasi semakin meningkat,” ungkap Dico.(HS)

Jasa Raharja Dukung Pemerintah Provinsi Permudah Pembayaran Pajak Kendaraan

Wapres Sebut Depo Berbahaya Bakal Ditata Ulang