HALO SEMARANG – Dr Wihaji, Ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng dan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), memenuhi tiga kriteria untuk maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 2024.
Hal itu dikemukakan Dekan FISIP Unwahas Semarang Dr Agus Riyanto, SIP, MSi. Menurut Agus Riyanto, kolaborasi tokoh yang merepresentasikan kalangan nasionalis dengan Islam khususnya NU sebagai mayoritas di Jateng, masih berpeluang besar memenangkan kontestasi Pilgub Jateng tahun depan.
Dia menambahkan Jateng masih jadi kandang banteng. Namun, untuk memenangkan Pilgub jateng 2024, PDI Perjuangan harus bisa merangkul tokoh dari kalangan Islam, khususnya dari Nahdliyyin.
’’Siapa pun calon gubernur yang diusung PDIP, peluang untuk menang sangat terbuka karena Jateng masih jadi basis kaum nasionalis. Namun, untuk lebih memperbesar peluang memenangi Pilgub Jateng 2024, PDIP harus bisa merangkul tokoh dari kalangan Nahdliyyin untuk posisi cawagub,’’ jelas Agus.
Saat ini, lanjut dia, sudah muncul lima tokoh dari kalangan Nahdliyyin yang berpotensi maju dalam Pilgub mendatang.
Mereka adalah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Wihaji, KH Muzzammil, dan Prof Dr Budi Setyono.
Dari kelima tokoh itu, Wihaji yang paling potensial dalam Pilgub nanti. Pasalnya, mantan Bupati Batang itu memenuhi tiga kriteria, yakni punya modal politik, modal sosial, dan modal kapital.
Modal politik karena Wihaji adalah Ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng dan Wasekjen DPP GP Ansor.
Popularitas Wihaji di Jateng yang tinggi bisa menjadi modal sosial. Adapun dari modal kapital, dia merupakan pengusaha yang andal.
‘’Wihaji bakal memiliki peluang yang bagus untuk dipilih. Pertama, selain tokoh muda, dia berpengalaman di birokrasi sebagai bupati. Selain itu, memiliki basis dukungan struktural NU karena menjabat Wasekjen GP Ansor. Dukungan dari Golkar pun kuat lantaran memiliki kursi empat besar di DPRD Jateng,’’ ujar Agus.
Dia menuturkan tokoh lain bukan berarti tidak bagus. Hanya, ada beberapa kendala yang membuat mereka kurang kuat dalam pencalonan di Pilgub Jateng nanti.
Meski saat ini Gus Yusuf memimpin DPW PKB Jateng, belum tentu dia mau dicalonkan karena terkendala komitmen pribadi dengan amanat orang tuanya.
Sementara peluang Gus Yasin akan sangat tergantung pada DPW PPP Jateng. Gus Yasin punya popularitas tinggi dan memiliki basis dukungan lantaran telah berkuasa selama lima tahun sebagai Waguv Jateng.
’’Gus Yusuf dan Gus Yasin juga berpeluang besar dicalonkan karena berasal dari NU sekaligus tokoh partai politik. Adapun dua nama lain, yakni Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng KH Muzzamil dan Wakil Rektor Undip Prof Budi Setyono, peluangnya agak sulit lantaran masih harus mencari dukungan partai politik,’’ tegas pria bertampangan kalem ini.(HS)