in

Jembatan Kaca Tinjomoyo Belum Juga Dibuka Umum, Begini Imbauan Dewan

Ilustrasi Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang.

HALO SEMARANG – Meski pembangunan fisik Jembatan Kaca Tinjomoyo telah rampung tahun 2022 lalu, namun hingga kini masih belum dibuka untuk umum.

Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adiwibowo, hal itu karena kondisinya saat ini memang belum siap sepenuhnya untuk menerima wisatawan atau kunjungan ke lokasi wisata tersebut. Sarana penunjang belum jadi sepenuhnya, dan dari sisi kesiapan pengelolaan juga belum benar-benar siap untuk menjadi jujugan wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Di jembatan kaca belum sempurna, masih harus dilakukan persiapan matang dan sarana penunjang, masyarakat mohon bersabar. Apalagi, jembatan kaca ini harus benar-benar aman saat dimanfaatkan masyarakat,” terangnya, Jumat (24/2/2023).

Dia optimis, jika jembatan kaca sudah beroperasional maka bisa menjadi magnet atau daya tarik wisatawan baik lokal maupun luar Semarang.

“Kalau untuk sarana penunjang misalnya persoalan lahan parkir bagi pengunjung, dan yang penting diharapkan pengelola parkir mengenakan tarif parkir sesuai dengan ketentuan Perwal. Ini penting agar membuat pengunjung nyaman dan tidak takut lagi saat berwisata di Kota Semarang,” ujarnya.

Sementara Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso menjelaskan, kondisi jembatan kaca saat ini belum tersambung dari satu sisi ke sisi yang lain. Dan hanya ada satu pintu yang nantinya digunakan untuk pintu masuk dan keluar pengunjung.

Sebelum dibuka untuk wisatawan, ada beberapa tahapan yang perlu disiapkan antara lain yakni kajian tentang penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan, dan keselamatan kesehatan kerja (K3).

Disbudpar juga akan mereview sejauh mana sarana dan prasarana (Sarpras) yang telah dibangun serta apa saja kekurangan yang perlu dilengkapi untuk memberikan keamanan pengunjung yang datang. Selain sarpras, pihaknya juga perlu menyiapkan petugas.

“Memang tidak mudah mengoperasionalkan ini. Dari pada nanti di belakang hari ada masalah yang terjadi. Entah nanti pengunjung ke atas menggunakan tali pengaman, SOP naik turunnya seperti apa. Petugas yang dibutuhkan seberapa banyak,” papar Wing.

Wing mengaku dengan kehadiran jembatan kaca sangat menunjang sektor wisata di Semarang. Namun, kata dia, jembatan kaca ini bisa menimbulkan preseden buruk jika tidak berhati-hati dalam operasionalnya.

Selain sisi keamanan, Wing menambahkan, skema kedatangan wisatawan juga perlu dipikirkan, satu diantaranya lahan parkir. Pihaknya telah menyusun beberapa skema. Pertama, lanjut dia, pengunjung datang ke Hutan Wisata Tinjomoyo. Pihaknya nantinya menyiapkan paket mini adventure menggandeng komunitas jeep. Dari lokasi parkir, wisatawan akan diajak mengelilingi Hutan Wisata Tinjomoyo dan menuju jembatan kaca.

Sedangkan cara kedua, pihaknya mempersilakan pengunjung langsung ke lokasi dengan mengarahkan melalui sisi barat. Kemudian, akses masuk melalui jembatan gantung.

“Kami coba berdayakan masyarakat sekitar dua wilayah ini. Kami rangkul teman-teman Pokdarwis agar bisa menangkap potensi wisata yang ada. Adapun paket-paket wisata masih dalam kajian,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berupaya menghidupkan kembali Pasar Semarang yang berada di Hutan Wisata Tinjomoyo. Upaya ini menjadi bagian dari optimalisasi Hutan Wisata Tinjomoyo. (HS-06)

0

Kolaborasi Bank Jateng Purwodadi dan Pemkab, Percantik Jalanan Grobogan dengan Lampu Hias

Pasca-Pandemi, Jumlah Wisatawan di Kendal Tahun 2022 Capai 1,7 Juta