in

Warga Dinar Indah Menolak Pindah ke Rusun, Ini Tanggapan Mbak Ita

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat diwawancarai awak media baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Terkait solusi penanganan warga Dinar Indah, Meteseh, Tembalang yang kerap terdampak banjir, Pemerintah Kota Semarang telah merencanakan upaya. Salah satunya dengan pembangunan rumah rusun (rusun) untuk relokasi warga. Namun, nampaknya rencana tersebut tidak disambut baik oleh warga.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pemerintah kota tidak bisa membangunkan rumah untuk warga yang tinggal disana karena mereka bukan terdampak program pemerintah. Namun demikian, pihaknya tetap berupaya masyarakat bisa pindah.

Menurutnya, dengan lahan yang kecil, penanganan relokasi bisa memakai metode rusun. Namun, jika ada lahan dan memungkinkan dibuat rumah bisa membangun rumah deret.

“Saat ini, kami sudah mengajukan proposal itu ke Kementerian PUPR. Moga-moga diproses. Ini belum jadi sudah pada komplain. Kami kan melakukan upaya-upaya,” jelasnya, Jumat (24/2/2023).

Ita sapaan akrab Hevearita G Rahayu melanjutkan, informasi yang dia terima masih ada tanah milik pengembang di wilayah tersebut. Namun, jika sertifikat lahan itu bukan milik pemkot perlu ada diskresi dan perlu dilihat legalitasnya.

“Itu di atas ada tanahnya (pengembang). Tapi, kalau bukan punya pemkot harus dilakukan pemutihannya atau kami panggil dulu pengembangnya. Perlu ada diskresi,” paparnya.

Dia menjelaskan, penanganan banjir di Dinar Indah Meteseh dan Rowosari sudah dirapatkan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan stakeholder terkait. Ada beberapa poin yang yang menjadi kewajiban masing-masing pemangku. Misalnya, Pemerintah Kabupaten Semarang perlu mengevaluasi rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan pembenahan lingkungan.

BBWS Pemali Juana melakukan kajian normalisasi Sungai Mluweh atau hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Babon serta membuat bendungan atau kolam retensi.

“Kajian dan Detail Engeenering Design (DED) prosesnya lama. Sehingga perlu memikirkan apa yang harus kita lakukan dulu, misalnya pemasangan bronjong. Kami dari Semarang melakukan penanganan. Apapun mereka warga Semarang. Kita harus selesaikan,” terangnya.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono menanggapi terkait solusi penanganan dampak banjir di Perumahan Dinar Indah. Pihaknya meminta Pemerintah Kota Semarang segera melakukan relokasi sementara bagi warga terdampak banjir karena tanggul sungai jebol lagi.

“Apalagi mengingat saat ini cuaca musim hujan dengan intensitas hujan masih tinggi. Dan khusus untuk warga terdampak banjir, diajak rembugan bersama Pemkot dan warga harus ada relokasi sementara, mengingat warga saat ini terus menerus was-was dan merasa khawatir tiap kali hujan turun,” terangnya.

Dirinya juga mendukung warga direlokasi karena kondisi tempat tinggalnya selalu diterjang banjir.  Misalnya bisa ditempatkan sementara di rumah susun (rusun) atau dengan sistem tukar guling lahan.

“Lokasi Dinar Indah dijadikan untuk embung atau wilayah resapan air, sedangkan wilayah yang aman dari banjir untuk lahan relokasi warga,” imbuhnya.

Namun kalau ada warga meminta relokasi, kata dia, tidak bisa juga dalam waktu dekat ini, karena akan terkendala dengan anggaran.

“Bagi yang setuju direlokasi, sementara dipindah di rusun atau dibangunkan rusun, namun pembangunan rusun masih terkendala karena perlu anggaran dari pusat, ataupun dimasukkan ke APBD tahun 2024 nanti,” papar politisi partai PKS ini.

Pihaknya juga meminta Pemerintah Kota Semarang untuk segera menangani warga terdampak banjir, baik secara jangka panjang dan jangka pendek. Baik itu penanganan banjir dengan normalisasi sungai maupun membantu terkait logistik warga yang terdampak banjir. (HS-06)

Buka Kegiatan Peningkatan SDM Diskominfo, Sekda Jepara Ingatkan Loyalitas Dibatasi Aturan

Polsek Banyumanik Amankan Mantan Guru Honorer yang Jadi Pelaku Pencurian Spesialis Mobil Box