HALO PEKALONGAN – Personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Polres Pekalongan Kota, dan Kodim setempat, telah menyiapkan personel dan peralatan, untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir, Kamis (23/2/2023).
Polres Pekalongan Kota juga telah menyiagakan berbagai unsur, termasuk Brimob dan bhabinkamtibmas untuk memantau perkembangan dan membantu warga.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Tirto, Polsek Pekalongan Barat, Polres Pekalongan Kota, Aipda Moh Fakhrugdin, mengatakan pihaknya bersama Tiga Pilar Kecamatan, Personel Brimob, tim relawan, dan BPBD serta unsur terkait lainnya, telah melakukan monitoring dan evakuasi warga, sejak banjir terjadi.
“Kami bersama dengan 3 Pilar, Brimob dan relawan serta BPBD dan unsur terkait lainnya, saling bahu membahu membantu warga di Kelurahan Tirto, yang akan mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan menggunakan perahu karet,” kata Aipda Moh Fakhrugdin.
Dia juga mengatakan, hujan deras yang mengguyur Kota Pekalongan, telah mengakibatkan banjir di Kelurahan Tirto.
“Kedalaman rata-rata dari 70 sentimeter,” tambah Aipda Fakhruddin.
Di Kecamatan Tirto, terdapat 71 warga yang mengungsi di TPQ Al Hikmah Kelurahan Tirto.
Kanit Binmas Polsek Tirto, Aiptu Hadi Margono, mewakili Kapolsek Tirto, AKP Darwoto, mengatakan seluruh bhabinkamtibmas Polsek Tirto, selalu siaga di desa atau kelurahan binaan mereka, sehingga bisa memonitor ketinggian air dan selalu siap manakala dibutuhkan oleh warga binaanya.
“Kami juga mengimbau, apabila warga masyarakat, khususnya warga Kelurahan Pasir Kratonkramat, akan menyampaikan pengaduan, laporan maupun informasi, dapat menghubungi Call Centre 110 yang aktif selama 1×24 jam nonstop,” kata Kanit Binmas.
Seperti diketahui, ribuan rumah di Kota Pekalongan, kembali terendam banjir, setelah hujan deras mengguyur selama dua hari.
Banjir terjadi di sejumlah wilayah langganan, yakni di Kelurahan Degayu, Pasirkratonkramat, Bendan dan Tirto.
banjir terparah terjadi di wilayah Kampung Baru, Kelurahan Tirto, akibat mesin pompa mengalami kerusakan.
Selain akibat curah hujan yang tinggi, banjir juga disebabkan meluapnya air sungai ke permukiman warga.
“Rendahnya tanggul Kali Bremi dan Kali Binatur, menyebabkan air sungai mudah meluap,” kata Amat Aniza, warga terdampak banjir, Kamis (23/2/2023).
Warga berharap pemerintah segera memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan banjir ini. Peninggian tanggul dan pembuatan rumah pompa sangat diharapkan warga. (HS-08)