HALO SEMARANG – Alberto Puig, manajer tim Repsol, menaruh harapan besar pada pembalap barunya, Joan Mir.
Puig ingin timnya tidak selalu bergantung pada Marc Marquez.
Pria yang selalu ada dalam garasi Honda itu berharap juara dunia MotoGP 2020 ini bisa berbicara banyak pada musim 2023.
Marquez dan Mir akan menjadi tandem di mana keduanya sudah mengumpulkan sepuluh titel juara dunia.
Baby Alien, julukan Marquez, mengemas delapan gelar, sedagkan Joan dengan dua titel.
Mereka menjadi pasangan dengan jumlah gelar terbanyak tahun ini.
Dengan komposisi pembalap yang sangat baik, skuad pabrikan Honda berharap keduanya bisa mengangkat performa tim.
Dalam tiga tahun terakhir pabrikan asal Jepang itu seperti berubah dari singa menjadi kucing.
Musim lalu Honda gagal mencetak kemenangan sekaligus mengantarkan mereka menjadi pabrikan dengan kinerja terburuk.
Karena itu, Puig berharap Mir mampu mencetak banyak kemenangan dan membuat Honda tidak hanya berharap pada Baby Alien.
Dalam satu dekade terakhir, Honda selalu tergantung pada performa Marquez.
’’Kami berharap kedua pembalap bisa memetik kemenangan. Saatnya bagi kami untuk tak selalu mengandalkan Marc,’’ kata Puig seperti dilansir dari Speedweek.
Kedatangan Mir juga diharapkan membuat persaingan di internal Honda jadi lebih baik.
Puig menargetkan timnya kembali garang di lintasan.
Terkait dengan adaptasi Mir dengan RC213V, Alberto tetap berharap dia mau belajar banyak dengan Marquez.
Hingga saat ini Baby Alien masih menjadi pembalap yang paling mengerti RC213V.
’’Masalah adaptasi motor itu bisa jadi rumit. Marc selalu ada dan menjadi referensi,’’ tandas Puig. (HS-06)