in

Pemerintah Berupaya Turunkan Angka Kemiskinan dan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Batang

Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki membuka pembahasan RKPD, di aula kantor Bupati Batang, Selasa (31/1/2023). Dalam kegiatan tersebut dibahas pula pertumbuhan ekonomi Batang. (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Pertumbuhan ekonomi Batang tahun ini, diperkirakan bisa mencapai 5 persen atau bahkan lebih.

Optimisme pertumbuhan ekonomi Batang tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki, seusai membuka pembahasan Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah (RKPD), di aula kantor Bupati Batang, Selasa (31/1/2023).

Dia mengatakan wabah Covid-19 yang melanda dunia, ikut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Batang.

Meskipun dua tahun lalu dunia dilanda Pandemi Covid-19 yang berakibat pertumbuhan ekonomi dunia anjlok.

“Tahun 2020 lalu saat Pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi kita mengalami penurunan yang sangat tajam hingga minus 1,29,” kata Lani Dwi Rejeki, seperti dirilis batangkab.go.id.

Namun demikian seiring melandainya grafik penyebaran Covid-19, perekonomian kabupaten Batang juga berangsur membaik.

“Alhamdulilah pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang bisa meningkat menjadi 4,88,” katanya.

Membaiknya perekonomian ini, juga tak lepas dari peran masyarakat, yang ikut berupaya menanggulangi Covid-19 dan membangun imunitas, antara lain dengan keikutsertaan mereka dalam program vaksinasi.

Melihat perkembangan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki, menyatakan optimistis pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Batang bakal mengalami tren positif.

“Meskipun pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang tahun 2022 dari Badan Pusat Statistik (BPS) belum merilis dan informasinya akhir Februari 2023 nanti, tapi saya optimistis meningkat yakni di angka 4,9 sampai dengan angka 5 bahkan bisa lebih pertumbuhan ekonomi kita,” kata dia.

Kabar baik juga disampaikan Pj Bupati Batang yang menyampaikan tingkat kemiskinan Kabupaten Batang berangsur – angsur turun.

“2021 angka kemiskinanya 9,68 %, di tahun 2022 angka kemiskinan turun menjadi 8,98%. Adapun jumlah penduduk miskin berdasarkan bank data dari BPS sebanyak 69,94 ribu jiwa. Sedangkan garis kemiskinan mencapai Rp341.252,00 perkapita perbulan,” jelasnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM), juga mengalami peningkatan. Meskipun merangkaknya sangat pelan tapi pasti.

“Alhamdullilah tahun2022 IPM mencapai 69,45. Tahun 2021 diangka 68,92. Meskipun itu belum sesuai target. Karena target kita diangka 71,9. Setiap tahun IPM kita naik tapi belum sesuai target, inilah yang nantinya jadi evaluasi. Apakah saat penentuan target itu terlalu optimistis sehingga belum tercapai. Tapi ini jangan mengendorkan semangat kita untuk meningkatkan IPM,” tegasnya.

Adapun dari segi tata kelola pemerintahan yang berdasarkan indek kepuasan pelayanan pemerintah kepada masyarakat mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

“Tahun 2022 ini berdasarkan survai mencapai 85,27 %. Lalu penguatan daya saing daerah sudah mengalami peningkatan, di tahun 2022 memperoleh peringat satu untuk kategori penguat. Hal itu berkat kerja sama semua masyarakat Kabupaten Batang,” terangnya.

Sedangkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Pemkab Batang nilainya stagnan atau tetap. Yang di tahun 2021 dikategori B tahun 2022 kategori BB dengan nilainya 7.

“Kita juga patut bangga dengan laporan keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 5 kali berturut – turut. Semoga laporan keuangan tahun 2022 ini juga bisa memppertahan prestasi WTP,” tegasnya.

Lani Dwi Rejeki juga mengakui ada peningkatan tingkat pengangguran terbuka yang pada tahun 2021 diangka 6,59 % dan di tahun 2022 ini meningakat menjadi 6,64%.

“Kenapa demikian, karena prediksi di tahun 2022 dengan adanya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan Batang Industrial Park (BIP) yang mana bakal meyerap tenaga kerja sebanyak banyaknya.  Sehingga Batang kedatangan tenaga kerja yang awalnya mereka sudah bekerja di luar Batang. Tapi mereka kembali ke Batang dengan harapan bisa bekerja di daerahnya sendiri. Namun demikian di tahun 2022 kemarin beberapa industri di KIT belum mulai beroperasi,” tandasnya.

Ia tetap optimistis, mampu menurunkan angkat tingkat pengangguran terbuka. Pasalnya, menurut  informasinya di semester dua tahun 2023 dan 2024 mulai beberapa industri di KIT Batang sudah beroperasi.

“Belum beroprasinya Industri yang berada di KIT Batang inilah yang memicu peningkatan angka pengangguran terbuka di Batang,” ujar dia. (HS-08)

Cek Jatidiri Usai Laga PSIS vs Persib, Ganjar Geleng-geleng Kepala Lihat Sampah Berserakan

Wali Kota Pekalongan Ajak Masyarakat Dapatkan Booster Kedua Vaksin Covid-19