in

Pasca Banjir, Mbak Ita Suntikan Semangat Masyarakat Gerakan Penghijauan dan Kerja Bakti Massal

Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat melakukan penanaman pohon secara serentak di halaman Kantor Kecamatan Genuk, Sabtu (28/1/2023).

HALO SEMARANG – Pasca kejadian banjir bandang beberapa waktu lalu di Kota Semarang, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menggencarkan gerakan penghijauan dan kerja bakti massal menyeluruh di Kota Semarang. Gerakan menanam dan kerja bakti massal ditandai dengan apel terpusat dan seremonial penanaman pohon tabebuya dan pohon pule di halaman Kantor Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Sabtu (28/1/2023).

Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam kesempatan itu mengajak seluruh komponen masyarakat ikut serta menyukseskan gerakan menanam dan kerja bakti massal serentak di seluruh wilayah.

“Pemkot Semarang melakukan gerakan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dan bergerak bersama. Jika pekan lalu gerakan memasak menu sehat untuk ibu hamil dan balita dan masyarakat dalam rangka untuk pemenuhan gizi, hari ini bersama seluruh elemen masyarakat melakukan gerakan menanam dan penghijauan, ” papar Mbak Ita, usai menanam pohon bersama jajarannya, Sabtu (28/1/2023).

Mbak Ita menambahkan, peran stakeholder, baik dari BUMN, BUMD serta perbankan sangat diperlukan dalam pembangunan Kota Semarang.

“Perusahaan-perusahaan besar, BUMN, BUMD dan perbankan hari ini berkontribusi banyak menyiapkan tanaman dan pohon-pohon besar untuk ditanam di seluruh wilayah di Kota Semarang, termasuk pohon tabebuya dan pule yang kita tanam tadi,” imbuhnya.

Dia berharap dengan berbagai upaya penghijauan dengan penanaman pohon yang digalakkan, bisa menambah jumlah oksigen sehingga masyarakat bisa lebih sehat. “Karena cuaca Semarang ini sangat panas diharapkan dengan penanaman pohon bisa menurunkan suhu di Kota Semarang juga,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Kick Off Urban Farming serentak di kantor dan sekolah se-Kota Semarang sekaligus penyerahan sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Salah satu kegiatan dalam urban farming yang juga digelar yakni lomba berkebun yang dilaksanakan di seluruh lingkungan perkantoran, 177 kelurahan, 16 kecamatan, serta seluruh sekolah di Kota Semarang.

“Dengan kick off gerakan urban farming, sekaligus memberikan semangat dan mengajak masyarakat melalui kecamatan, kelurahan, dan sekolah-sekolah untuk bisa mandiri pangan. Sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera,” katanya.

Dipilihnya Kecamatan Genuk sebagai lokasi terpusat gerakan menanam, kerja bakti massal, dan kick off urban farming, karena ingin menggiatkan kembali kerja bakti massal utamanya di wilayah pascabanjir.

“Kita ketahui, di wilayah Genuk ini merupakan wilayah yang terdampak banjir cukup parah. Dengan pembersihan drainase, kerja bakti massal diharapkan bisa jadi gerakan bersama membersihkan sampah di lingkungan masing-masing. Karena sampah ini jadi salah satu penyebab banjir,” ungkapnya.

Dengan gerakan serentak yang dilakukan, ia berharap Kota Semarang semakin ‘ijo royo-royo’, bebas banjir, longsor dan bencana serta ketahanan pangan bisa terus terjaga.

Sedangkan di Kecamatan Semarang Timur, saat kerja bakti massal dan penghijauan serentak pada Sabtu (28/1/2023) digelar di Kelurahan Kemijen, dengan mengerahkan satu alat berat dan truk dump untuk mengangkut tumbuhan eceng gondok usai pembersihan di Kali Banger. Akibatnya tanaman air bisa menyebabkan sungai menjadi dangkal, dan menghambat aliran air.

“Kalau dibiarkan, dampaknya bisa menimbulkan banjir. Ini salah satu cara kita antisipasi dampak banjir masuk musim hujan,” kata Camat Semarang Timur, Kusnandir, Minggu (29/1/2023).

Kegiatan ini, kata dia dengan melibatkan ratusan warga, terdiri dari babinkamtibmas, babinsa, perangkat kelurahan, PKK dan sejumlah elemen masyarakat yang ikut bergotong-royong.

“Pembersihan juga dengan cara manual oleh warga dengan menggunakan alat sabit dan jaring untuk mengangkat eceng gondok dari badan sungai. Selain itu kami juga melakukan penanaman pohon di beberapa titik yang dirasa sudah gersang agar menjadi sejuk,” katanya.

Sementara, Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto mengatakan, BMKG memberikan peringatan dini selama sepekan ke depan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk wilayah Jawa Tengah berpotensi terjadi cuaca yang signifikan. Kondisi ini diperoleh setelah BMKG melakukan pemantauan perkembangan dinamika atmosfer, di mana saat ini termonitor fenomena MJO (Maden Jullian Oscillation) diprediksikan mulai aktif kembali di wilayah Indonesia bagian Barat.

Selain itu saat ini Monsun Asia masih cukup aktif dengan identifikasi terdapat aliran lintas ekuator, kemudian perlambatan angin dan belokan angin juga terbentuk di sekitar wilayah Indonesia.(HS)

Yoyok Sukawi Sayangkan Kekerasan Pasca-Pertandingan Liga 1

Jadi Juri Lomba Festival Durian di Kendal, Mifta Reza Berharap Durian Lokal Bisa Jadi Primadona