HALO SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sejauh ini masih berkomitmen untuk tetap ramah terhadap investasi. Berbagai upaya dilakukan untuk terus menarik invstasi guna menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko mendukung penuh upaya untuk membuka pintu selebar-lebarnya guna masuknya investor membuka usaha di wilayah Jawa Tengah.
“Namun jangan sampai membukanya kran investasi ini dengan melanggar aturan-aturan. Seperti aturan tentang tata ruang, aturan tentang upah, aturan tentang pengelolaan sumber daya alam, dan aturan lain yang sudah ditetapkan negara maupun daerah. Kami tidak ingin terjadinya pelanggaran aturan untuk melayani kepentingan ekonomi dan investasi,” katanya, Kamis (26/1/2023).
Keterbukaan dalam investasi di Jateng juga harus berpihak kepada rakyat, khususnya bagi masyarakat sekitar. Misalnya dengan prioritas penyerapan tenaga kerja untuk warga lokal.
Pemerintah juga perlu memastikan apakah peluang kerja dengan masuknya investasi itu bisa diserap oleh warga lokal atau malah diambil oleh pendatang yang akan menghasilkan masalah akulturasi dan asimilasi. Selain itu investasi sosial juga turut dibangun, guna membangun masyarakat secara bersama-sama dan bukan hanya untuk kepentingan investor.
“Libatkan juga masyarakat untuk memilih investasi yang berguna bagi mereka. Jangan sampai ada persoalan demo atau penolakan di tingkat masyarakat ketika investor masuk ke suatu wilayah. Investasi yang tidak melibatkan rakyat dan dipaksakan masuk sebanyak mungkin akan berbahaya, karena masyarakat menjadi tidak punya ruang untuk berargumen mana investasi yang cocok dan mana yang tidak,” katanya.
Jika berbicara investasi, investasi PMA atau penanaman modal asing masih menjadi perhatian di Indonesia maupun di Jawa Tengah. “Namun ke depan kami berharap penanaman modal dalam negeri (PMDN) bisa lebih meningkat,” tandasnya.
28.511 Izin
Sementara sepanjang 2022, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerbitkan 28.511 perizinan. Hal itu diketahui dalam rapat Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tahun 2022, di Grhadhika Bhakti Praja di Kota Semarang, Rabu (25/01/2022).
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi jajaran dinas di Jateng atas capaian tersebut. Wagub meminta agar pelayanan perizinan kepada masyarakat dan calon investor, terus ditingkatkan. Oleh karena itu, kendala-kendala di lapangan perlu segera teratasi.
“Saya berharap, kita benar-benar bisa mencarikan solusi. Kita punya tanggung jawab untuk menjaga integritas yang selama ini sudah kita bangun. Saya sangat mengapresiasi, bahwa Anda semua sudah banyak memberikan layanan ke masyarakat,” kata Gus Yasin, sapaannya.
Wagub menegaskan, kunci pelayanan perizinan yang optimal terletak pada sinkronisasi dan koordinasi antardinas terkait. Menurutnya, dengan kerja gotong royong, maka pelayanan kepada masyarakat dapat diselesaikan secara tuntas.
“Kalau kita bicara tentang perizinan, tidak bisa kita hanya bicara tentang satu OPD. Pasti ada kaitannya satu (OPD) dengan yang lainnya. Maka di sinilah (kinerja) di pemerintahan (Jateng), kita genjot,” imbuhnya.
Lebih jauh, Gus Yasin juga meminta Mal Pelayanan Publik (MPP) makin intensif melayani masyarakat. Peningkatan sumber daya manusia, lanjut wagub, perlu terus dilakukan, agar MPP bisa memberikan solusi dan informasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Diharapkan, kemudahan perizinan yang diberikan Jawa Tengah, dapat menarik investor baik dari luar maupun dalam negeri.
“Saya berharap MPP ini benar benar kita maksimalkan. Anda benar-benar menugaskan orang-orang yang sumber daya manusianya mumpuni. Itu lahan kita untuk mempermudah para investor, masyarakat yang saat ini mengajukan perizinan, baik itu investasi, maupun lembaga pendidikan,” tandas wagub.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Ratna Kawuri mengatakan, sebanyak 28.511 perizinan telah diterbitkan sepanjang 2022. Jumlah perizinan yang diterbitkan melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) sebanyak 22.732 perizinan. Sementara melalui aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Perizinan Jawa Tengah (SIAP Jateng), diterbitkan sebanyak 5.779 perizinan.
Secara sektoral, perizinan yang diterbitkan terdiri dari 14.802 perizinan di sektor lingkungan hidup, 4.576 izin di sektor ketenagakerjaan, 1.690 perizinan di sektor perindustrian, serta sektor lainnya. Sesuai arahan wagub, Ratna mengajak seluruh dinas terkait dapat bekerja sama lebih ekstra, untuk menuntaskan pengajuan perizinan di Jateng. “Ke depan tentu, karena ini bagian dari pertanggungjawaban kita, bagian dari maklumat perizinan kita, mangga nanti ke depan kita bareng-bareng,” imbuhnya.(Advetorial-HS)