in

Cegah LSD Meluas, Pemkab Sragen Mulai Vaksinasi Sapi

 

HALO SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen mulai memberikan vaksinasi, pada sapi di daerah-daerah yang masih bebas, atau belum ada laporan kasus Lumpy Skin Diseases (LSD).

Pemberian vaksin ini dilakukan, karena di Kabupaten Sragen saat ini telah merebak daan dilaporkan terdapat 590 kasus LSD.

Menurut informasi yang dirilis sragenkab.go.id, Rabu (25/1/2023), LSD adalah penyakit pada hewan ternak sapi, yang disebabkan oleh virus pox.

Penularan LSD terjadi melalui peralatan kandang dan jarum suntik yang tidak steril, atau disebarkan oleh vektor lalat, nyamuk, pinjal, dan caplak.

Perpindahan lalu lintas hewan ternak ke daerah lain, juga mempengaruhi penyebaran penyakit ke tempat wilayah yang baru atau populasi hewan ternak yang  cukup tinggi.

Kasus pertama yang terkonfirmasi positif ditemukan di desa Baleharjo Kecamatan Sukodono pada tanggal 14 Desember 2022 dengan terkonfirmasi positif dari hasil lab PCR BBVet Wates.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, memastikan saat ini pihaknya memiliki 4.000 dosis vaksin dari Provinsi Jawa Tengah yang disuntikkan setiap hari untuk sapi-sapi di daerah yang teriidentifikasi belum ada LSD.

Pengobatan telah dilakukan untuk daerah yang tertular seperti desa Bukuran Kecamatan Kalijambe, desa Jati Kecamatan Sumberlawang, Kecamatan Miri, dan dukuh kemangi Kecamatan Kedawung.

“Untuk sapi-sapi yang telah terinfeksi LSD akan kita berikan pengobatan sampai dengan paripurna. Sehingga Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sragen mengajukan anggaran untuk pengadaan obat seperti antibiotik, dan obat lainnya sebesar Rp 200 juta,” ungkapnya.

Ditambahkannya, sampai saat ini tingkat kematian sapi-sapi terjangkit LSD sangatlah rendah.

Walaupun daging yang dijual tidak akan laku di masyarakat karena serat daging menjadi sangat besar.

“Penyakit LSD ini pengobatannya butuh waktu yang lama namun bisa disembuhkan. Biaya pengobatan juga tidak sedikit. Untuk itu peternak diharapkan bisa sharing dengan yang diberikan oleh pemerintah,”kata Bupati Yuni  saat memberikan pembinaan di DInas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sragen, Rabu (24/1/2023).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sragen Ir. Eka Rini Mumpuni Titi Lestari menerangkan penyakit LSD awal penyebarannya berasal dari daerah-daerah perbatasan seperti Miri, Sumberlawang dan Sambungmacan.

“Untuk Sumberlawang dan beberapa daerah yang telah kami lakukan yaitu pengobatan untuk sapi yang sakit maupun vaksinasi bagi sapi yang sehat. Saat ini kami memiliki stok vaksin 4000 dosis yang telah didistribusikan kepada kecamatan masing-masing 200 dosis vaksin.” terangnya.

Ke depan, rencana tindak lanjutnya yang akan dilakukan adalah pihaknya akan mensosialisasikan penanganan penyakit LSD dengan memberikan arahan tentang kebersihan kandang agar mencegah penyebaran virus melalui vektor lalat, nyamuk dan caplak. (HS-08)

Lepas Jamaah Umrah, Pj Bupati Pati : Lupakan Sejenak Urusan Duniawi

Menteri Tenaga Kerja Sebut UU PPRT Landasan Utama Lindungi Pekerja Domestik