HALO SEMARANG – Setidaknya 10 orang meninggal dunia dan 10 lainnya mengalami luka-luka, setelah seorang pria berkali-kali melepaskan tembakan, di Star Ballroom Dance Studio di Monterey Park, selama perayaan Tahun Baru Imlek, di dekat Los Angeles, Amerika Serikat.
Saat itu polisi menduga pelaku adalah pria Asia berusia antara 30 dan 50 tahun. yang kemudian melarikan diri dan dikejar polisi, hingga akhirnya bunuh diri di dalam kendaraannya.
Sheriff County Los Angeles, Robert Luna, seperti dirilis ABC, mengatakan segera setelah peristiwa itu, polisi dan paramedis berdatangan ke lokasi, dan menemukan orang-orang berhamburan keluar dari tempat itu.
Paramedis pun segera menolong para korban, namun kemudian mengumumkan bahwa terdapat 10 korban meninggal dalam peristiwa itu.
“Disayangkan, paramedis mengumumkan 10 korban tewas di tempat kejadian,” kata Luna.
Polisi pun segera dapat mengidentifikasi pelaku, yakni seorang pria Asia berusia antara 30 dan 50 tahun, yang melarikan diri dengan mengendarai van putih.
Pengejaran pun dilakukan dan kendaraan itu ditemukan di sebuah tempat parkir di Torrance, California.
Luna juga mengatakan, bahwa seorang pria yang mirip dengan tersangka, berada di dalam kendaraan itu.
Namun sebelum orang itu ditangkap, terdengar suara tembakan dari dalam kendaraan, hingga membuat polisi harus berlindung dan memanggil tim Special Weapons and Tactic (SWAT).
Ketika pintu kendaraan dibuka, polisi menemuka tersangka sudah meninggal, diduga melakukan bunuh diri. Pelaku diketahui bernama Huu Can Tran, seorang lansia berusia 72 tahun.
Insiden Alhambra
Sementara itu para pejabat berwenang di Amerika Serikat, juga sedang menyelidiki hubungan penembakan di Monterey Park, dengan insiden lain di klub dansa lain di kota tetangga Alhambra.
Di klub kedua, saksi mengatakan seorang pria Asia masuk sambil memegang senjata, namun bisa segera direbut pengunjung.
“Tidak ada yang tertembak dan pria itu melarikan diri,” kata Sheriff Luna.
Sementara itu Presiden AS Joe Biden, langsung memerintahkan Biro Investigasi Federal (FBI) untuk membantu polisi setempat.
Biden kemudian menulis di Twitter bahwa dia sedang memantau situasi dengan cermat.
“Jill dan saya berdoa untuk mereka yang tewas dan terluka dalam penembakan massal yang mematikan tadi malam di Monterey Park,” katanya.
“Saya memantau situasi ini dengan cermat seiring perkembangannya, dan mendesak masyarakat untuk mengikuti panduan dari pejabat lokal dan penegak hukum dalam beberapa jam ke depan.”
Monterey Park adalah kota berpenduduk sekitar 60.000 orang yang terletak di tepi timur Los Angeles.
Mayoritas penduduknya adalah imigran Asia atau keturunan mereka, sebagian besar adalah Tionghoa.
Studio tari di pusat kota Monterey Park hanya berjarak beberapa blok dari balai kota di jalan utama Garvey Avenue.
Lingkungan ini dipenuhi dengan mal-mal yang penuh dengan usaha kecil dengan tanda-tanda dalam bahasa Inggris dan Cina.
Bahasa Kanton dan Mandarin digunakan secara luas, hari libur Tionghoa dirayakan, dan film berbahasa Tionghoa diputar di kota.
“Hati kami tertuju kepada mereka yang kehilangan orang yang dicintai malam ini di kota tetangga kami, Monterey Park, tempat penembakan massal baru saja terjadi,” kata Pengawas Kota Los Angeles Kenneth Mejia, dalam sebuah tweet.
Seung Won Choi, pemilik restoran barbekyu makanan laut Clam House di seberang jalan tempat penembakan terjadi, mengatakan kepada Los Angeles Times, bahwa tiga orang bergegas masuk ke tokonya, dan menyuruhnya mengunci pintu.
Orang-orang juga memberi tahu Choi, bahwa ada seorang penembak dengan senjata semi-otomatis, yang memiliki banyak amunisi sehingga dia dapat mengisi ulang.
Sementara itu, Konsulat Jenderal RI di Los Angeles, Ardian Budhi Nugroho menyatakan belum menerima informasi warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban penembakan massal.
“Sejak tadi kami sudah menghubungi beberapa pihak dan melakukan penelusuran belum ada informasi WNI yang menjadi korban,” jelasnya.
Setelah peristiwa itu, pihaknya langsung mengecek ke kantor Kepolisian untuk mencari tahu tentang keberadaan WNI.
Pihaknya juga berharap tidak ada WNI yang menjadi korban dalam peristiwa kekerasan tersebut.
“Pengecekan sudah kami lakukan ke kantor kepolisian dan rumah sakit. Kita berharap tidak ada WNI yang menjadi korban,” ungkap Konsulat Jenderal RI di Los Angeles. (HS-08)