in

Kunjungi Cilacap, Menteri KLHK Diminta Beri Bantuan Wheel Loader untuk TPST

Kepala DLH Kabupaten Cilacap Sri Murniyati (kiri), Menteri LHK Siti Nurbaya, Pj Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar, dan Wakil Ketua DPRD Cilacap Purwati meninjau TPST RDF Cilacap, Minggu (8/1/2023). (Foto : cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – Pemkab Cilacap meminta agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), dapat memberikan bantuan berupa dua unit 2 unit wheel loader melalui sistem hibah.

Peralatan tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) RDF di kawasan TPA Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Cilacap, Sri Murniyati, ketika mendampingi Pj Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar, menerima kunjungan Menteri LHK Siti Nurbaya.

Sri Murniyati menjelaskan, saat ini hanya tersedia dua unit wheel loader, yang ada bekerja 16 jam perhari. Dengan beban kerja seberat itu, Sri Murniyati mengaku khawatir alat tersebut akan lebih cepat rusak, sehingga dapat mengganggu operasional TPST.

“Untuk itu kami mohon bantuan kepada Kementerian LHK, terkait penambahan 2 unit wheel loader melalui hibah,” kata Sri Murniyati, seperti dirilis cilacapkab.go.id.

Saat ini TPST RDF mampu mengolah 150 ton sampah perhari. Dari sampah sebanyak itu, produk RDF yang dihasilkan sebanyak 54,89 ton, atau sekitar 36,09 persen.

Pemkab Cilacap juga berencana mengembangkan penanganan pengolahan sampah di wilayah eks Distrik Majenang dan Sidareja, menggunakan model Pusat Daur Ulang (PDU).

Dari eks Distrik Majenang, PDU akan menyerap sekitar 70 persen sampah (233.641 ton/hari).

Adapun dari eks Distrik Sidareja, PDU akan menyerap 70 persen sampah (128.648 ton/hari).

Residu dari model pengelolaan sampah PDU inilah yang nantinya akan dikirim ke TPST RDF Jeruklegi, untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Sementara itu dalam kunjungannya, Menteri LHK, Siti Nurbaya meninjau TPST RDF di kawasan TPA Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi.

Kedatangan Menteri beserta rombongan, disambut Pj Bupati, Yunita Dyah Suminar bersama jajarannya.

Peninjauan ini terkait verifikasi akhir Adipura, yang dilakukan mulai Sabtu hingga Rabu (7 – 11/1/2023).

Tiba di TPST RDF sekitar pukul 12.30 WIB, Siti beserta rombongan langsung mendapatkan penjelasan rinci mengenai TPST RDF.

“Kita melihat berbagai situasi lapangan, karena perintah Pak Presiden minta diberesin tuntas. Maka kita mempelajari fasilitas yang dikembangan pemerintah daerah,” kata Siti.

Meski menjadi percontohan pengelolaan sampah di Indonesia, saat ini TPST RDF juga menghadapi sejumlah persoalan.

Beberapa di antaranya adalah mata pisau scredder yang sudah aus, kekurangan alat berat wheel loader, kerusakan bio membran untuk proses pengeringan sampah, serta konstruksi sipil yang mulai mengalami korosi.

“Alatnya mesti ditambah, nanti prosesnya akan saya pelajari. Beberapa masih ada yang perlu dicek juga,” jelasnya. (HS-08)

Partai Gerindra Salurkan 15 Ribu Paket Sembako untuk Korban Banjir Jateng

Plt Bupati Pemalang Ajak PSHT Bangun Pemalang Aman Ikhlas dan Sejahtera