HALO KENDAL – Minyak goreng bekas pakai atau yang biasa disebut “minyak jelantah” ternyata bisa dimanfaatkan, daripada dibuang.
Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Truko Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, yang mengumpulkan minyak bekas dari warganya untuk dijual kembali kepada pengepul.
Sekretaris Desa Truko, Ahmad Ariyanto mengatakan, sudah tiga bulan ini, Pemdes Truko bekerjasama dengan pihak ketiga yang melakukan pengambilan minyak bekas atau jelantah.
“Bahkan Truko menjadi motor penggerak, pengumpulan minyak jelantah,” ujarnya, Minggu (26/12/2021).
Alasannya, lanjut Ariyanto, Desa Truko merupakan lini satu dan banyak sentra industri rumah tangga yang menggunakan minyak goreng.
“Minyak jelantah di Desa Truko sangat banyak, sehingga menggerakkan kita untuk memanfaatkan dan bekerjasama dengan pihak ketiga, yang pengelolaannya melalui BUMDes Berkah Amanah,” jelasnya.
Sementara itu, menurut penjelasan Kepala Dusun di Desa Truko, Zumaeroh, yang juga selaku koordinator pengumpulan jelantah, dalam pelaksanaannya pihak desa menggerakkan BUMDes.
Dijelaskan, selama ini dalam mengumpulkan minyak jelantah, pihaknya mendatangi empat dusun di wilayah Desa Truko untuk membeli jelantah dari warga dan pelaku usaha.
“Ya kita sudah buat janji dengan para pelaku usaha yang ada koordinator atau Kepala Dusun. Jadi satu atau dua minggu baru kita ambil dari empat dusun,” ujarnya.
Menurutnya dari empat dusun dalam satu minggu, pihaknya bisa mengumpulkan tiga sampai lima liter untuk jelantah rumah tangga, sedangkan dari industri lebih banyak.
“Untuk jelantah kita hargai Rp 5 ribu per liter. Untuk pembayarannya, karena kita melalaui BUMDes, maka pembayaran bisa model ditabung dulu maupun dibayar langsung. Karena kalau rumah tangga harus dikumpulkan terlebih dahulu,” ungkap Zumaeroh.
Ditambahkan, dari kerjasama dengan pihak ketiga, dalam mengambil minyak jelantah, pihak ketiga mengambil jika sudah ada 50 liter atau bisa juga berlaku kelipatannya.
Saat ditanya apa saja yang bisa dibuat oleh pihak ketiga dengan membeli minyak jelantah dari masyarakat ini, menurut Zumaeroh ada bermacam dari pupuk hingga bahan sabun cuci baju.
“Tapi kalau di pihak ketiga yang bekerjasama dengan kami, minyak jelantah untuk bahan pembuatan lilin,” pungkasnya. (HS-06).