in

Jotosan Maut Jadi Senjata Pamungkas

HALO SEMARANG – Jamahal Hill akan menghadapi Glover Teixeira dalam perebutan sabuk juara kelas berat ringan Ultimate Fighting Championship (UFC) di Rio de Janeiro, Brasi, 21 Januari mendatang.

Hill (31) punya jotosan maut yang menjadi senjata pamungkasnya.

Saking kerasnya pukulan Sweat Dreams, julukan Hill, disebut-sebut seperti sebuah ledakan dinamit.

Jamahal juga diuntungkan dengan usia yang jauh lebih muda.

Umur Teixeira saat ini adalah 43 tahun.

Menurut Anthony Smith, mitra tanding Jamahal, Glover sudah kehilangan kekebalan dan kecepatan lantaran dimakan usia.

’’Glover yang lebih lambat tak bisa menahan serangan Jamahal yang dahsyat dan cepat,’’ kata Smith seperti dikutip dari MMA Junkie.

Teixeira, lanjut dia, cuma mengandalkan jurus grappling dan kemampuannya memperlambat lawan di bawah, serta memepet lawan di pagar oktagon.

Meski kecil, Smith menilai peluang Glover masih terbuka.

Dia yakin jurus pertarungan bawah Teixeira bisa menjadi pembeda.

’’Kalau terpancing adu jotos, Teixeira takkan bisa menghindari takdir kekalahannya,’’ tegas Anthony.

Hill jelas bakal terus memaksa mantan juara divisi berat ringan itu dalam pertarungan di atas.

Dari kesiapan fisik dan kekuatan pukulan, Sweat Dreams memang unggul jauh.

Namun, petarung berkebangsaan Amerika Serikat (AS) itu tak boleh lengah.

Pasalnya, Teixeira sangat ahli dalam duel di bawah dengan mengandalkan jurus jiu-jitsu Brasil.

Jamahal saat ini punya rekor 11 kali menang, satu kali kalah, dan sekali seri. (HS-06)

Tak Mau Terjebak, Ingin Bersaing Sehat

Debut Lawan Wolves di Piala FA