in

Pemkab Temanggung Bakal Datangi Warga Carikan Solusi Tangani Kemiskinan Ekstrem

Rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), di aula Progo Kantor Bappeda Temanggung, Rabu (28/12/2022). (Foto temanggungkab.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Pemkab Temanggung akan mendatangi warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem, untuk mendata dan berupaya mencari solusi.

Hal itu disampaikan Bupati HM Al Khadziq, dalam rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), di aula Progo Kantor Bappeda Temanggung, Rabu (28/12/2022).

Rakor digelar dalam rangka mempersiapkan upaya menuntaskan persoalan kemiskinan ekstrem tahun 2024.

Hadir pula dalam acara itu,  Sekda Hary Agung Prabowo, Ketua Tim Penggerak PKK Eni Maulani Saragih, dan Kepala Bappeda Dwi Sukarmei.

Lebih lanjut Bupati HM Al Khadziq mengatakan, saat ini kemiskinan di Kabupaten Temanggung berada di angka 9,3 persen.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi, yakni 9,8 persen.

“Jadi baru saja dilaksanakan rapat koordinasi untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Temanggung, mengingat saat ini masih ada sekitar 23.000 keluarga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem, yaitu masyarakat yang dalam satu hari pengeluarannya untuk konsumsi tidak lebih dari sepuluh ribu rupiah,” kata Bupati, seperti dirilis temanggungkab.go.id.

Nantinya, setiap keluarga yang sudah terdapat by name and by address, akan ditemui dan dicari masalahnya, mengapa mereka masuk ke dalam kategori kemiskinan ekstrem.

Dari data yang dikumpulkan, Pemkab Temanggung akan berupaya mencarikan jalan keluar, sesuai dengan permasalahannya.

“Sesuai amanat Presiden, bahwa tahun 2024 kita harus 0 persen kemiskinan ekstrem ini, Sehingga baru saja semua unsur di Kabupaten Temanggung dan seluruh masyarakat kita bangun komitmen bersama-sama, agar 23.000 keluarga yang masuk dalam kemiskinan ekstrem tersebut, harus kita intervensi dengan program-program dan kegiatan untuk mengentaskan mereka,” tambahnya.

Dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem, Bupati menyebutkan di tahun 2022 pihaknya telah melatih entrepreneurship dan memberikan bantuan permodalan kepada 250 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang berlatarbelakang sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) agar memiliki kegiatan usaha di desa dan mampu memperbaiki kondisi, karena memiliki penghasilan tambahan. Selanjutnya, pada tahun 2023 rencananya akan dibentuk 300 KUBE baru yang dibiayai oleh Pemkab Temanggung, dan usulan pembentukan 600 KUBE tambahan yang dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Selain membahas upaya pengentasan kemiskinan ekstrem, pada Rapat Koordinasi dengan TKPKD tersebut, Bupati bersama dengan Sekda, Ketua TP PKK, dan Kepala Bappeda menyerahkan penghargaan Sumbing Sindoro (Susi) Award.

Adapun peraih penghargaan kategori Perangkat Daerah Terinovatif diraih oleh Dinas Kesehatan Temanggung, Kecamatan Terinovatif diraih oleh Kecamatan Kledung, SMK Negeri 1 Temanggung sebagai Sekolah Terinovatif, serta masyarakat terinovatif diraih oleh Eka Ratnawati.

Acara pembukaan Rapat Koordinasi TKPKD dalam rangka menuntaskan kemiskinan ekstrem tahun 2024 diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur, karena Pemkab Temanggung memperoleh Juara Pertama kategori Ekosistem Inovasi Penganugerahan PDSD Provinsi Jawa Tengah dan juga meraih Penghargaan Kabupaten Terinovatif dalam Innovation Government Award (IGA) tingkat nasional. (HS-08)

Tak Peduli dengan Bursa Taruhan

Baznas Banjarnegara Salurkan Rp 2,4 M Dana Zakat ke Mustahik