Hal tersebut ia sampaikan saat jumpa pers dengan awak media, di salah satu rumah makan di Sekopek, Kecamatan Kaliwungu, Senin (26/12/2022).
Menurutnya, ada beberapa yang harus dipersiapkan dalam mewujudkan rumah sakit tersebut. Yang utama adalah bangunan fisik, kemudian alat kesehatannya, dan SDM (sumber daya manusia).
“NU Kendal masih mempunyai banyak PR (pekerjaan rumah), salah satunya pembangunan rumah sakit yang sampai saat ini belum sesuai dengan ekspetasi. Kami secara maraton, akan merangkul pejabat dan swasta untuk bersama mewujudkan rumah sakit, yang nantinya menjadi kebanggan warga NU,” ujarnya.
Selain itu, saat ini banyak aliran yang akidahnya tidak sama dengan NU. Untuk itu, menurut Mustamsikin, harus bisa dibentengi.
“Tujuan utama didirikannya NU adalah untuk membentengi aliran-aliran ini. Nah sekarang ini di Indonesia dan di Kendal sudah banyak aliran yang masuk. Untuk itu saya kepingin, untuk penanaman akidah Aswaja ala Nahdlatul Ulama harus benar-benar dilaksanakan,” tandasnya.
“Penanaman akidah, lanjut Mustamsikin, dimulai dari IPNU, IPPNU, Fatayat, Ansor, Muslimat dan NU sendiri,” imbuh Mustamsikin.
Mantan Wakil Bupati Kendal periode 2010-2015 tersebut mengungkapkan, warga NU juga harus bisa bersinergi dengan pemerintah, khususnya dalam rangka pengembangan ekonomi masyarakat.
“Kita harus bersinergi dengan pemerintah daerah setempat. Jadi kami akan membangun di akar rumputnya, bagaimana bersama-sama dengan pemerintah untuk membangun Kabupaten Kendal tercinta,” ungkapnya.
Ia juga berharap, warga NU bisa terlibat dan dilibatkan dalam pembangunan, juga dapat mengembangkan potensi daerah menjadi produk unggulan yang harus benar-benar diupayakan.
Hal tersebut menurut Mustamsikin, muaranya bukan untuk memperkaya diri, tapi bagaimana masyarakat dan warga NU bisa sejahtera.
“Salah satu contoh, ada sebuah produk yang diproduksi oleh warga NU, dan usaha yang ia buka, itu harusnya kita dukung. Itu yang utama,” imbuh Mustamsikin. (HS-06)