HALO SEMARANG – Sebuah pesawat bermesin tunggal dengan dua penumpang jatuh ke laut, di lepas pantai utara Kreta, Kamis (15/12/2022). Musibah itu menyebabkan satu warga negara Indonesia meninggal.
Menurut sumber dari sebuah media Yunani, cretapost, WNI yang meninggal itu adalah co-pilot pesawat tersebut.
Segera setelah kabar itu tersiar, operasi pencarian dan penyelamatan pun segera dilakukan untuk menemukan para penumpang.
Para petugas gabungan memfokuskan perhatian mereka di wilayah laut lepas pantai Karteros, yang terletak sekitar 7 kilometer sebelah timur Kota Iraklio, Yunani.
Brigade Pemadam Kebakaran, mengatakan mereka yakin para penumpang masih hidup.
Pesawat lepas landas dari bandara Iraklio pagi ini dan menuju ke Mesir, kata pihak berwenang setempat.
Selain pencarian, pihak berwenang di Yunani juga melakukan investigasi, untuk mengetahui penyebab insiden yang terjadi di wilayah laut Gunung Kako di Heraklion tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, pihak berwenang Yunani memperkirakan dua kemungkinan penyebab musibah terjadi.
Kemungkinan pertama adalah, pria WNI yang berusia 68 tahun itu, memberi tahu pilot yang berusia 26 tahun, bahwa dia menderita nyeri dada yang parah dan kemungkinan mengalami serangan jantung.
Dalam usahanya untuk membantunya, pria berusia 26 tahun itu kehilangan kendali atas pesawat, hingga menyebabkannya jatuh ke laut.
Adapun kemungkinan kedua, pesawat bermesin tunggal tersebut memang sudah bermasalah sejak lepas landas.
Ketika pilot menyadari hal itu, pilot berusaha kembali ke bandara Nikos Kazantzakis, tetapi tidak berhasil.
Seperti dilansir dari Cretapost, Jumat (16/12/2022), pesawat Pilatus bermesin tunggal itu lepas landas dari bandara Heraklion, pukul 9.15 waktu setempat, dengan kapten Afrika Selatan berusia 26 tahun dan seorang co-pilot Indonesia berusia 68 tahun.
Kedua pria itu, bersama dengan dua teman mereka yang berada di pesawat lain di “Nikos Kazantzakis” telah tiba di Heraklion dari Podgorica di Montenegro dan akan berangkat ke Hurghada di Mesir.
Saat lepas landas pesawat, terjadi sesuatu dan pilot berusia 26 tahun itu membuat keputusan untuk kembali ke bandara Heraklion, sekaligus mengirimkan sinyal “MayDay” atau sinyal SOS.
Di wilayah laut Kako Oros, pesawat bermesin tunggal itu tiba-tiba kehilangan ketinggian dan akhirnya jatuh ke laut pada pukul 9.55.
Protokol segera diaktifkan dan kapal korps pelabuhan, penyelam dari penjaga pantai, petugas polisi bergegas ke daerah tersebut sementara helikopter Angkatan Udara juga dinaikkan untuk menyelamatkan penumpang.
Dalam beberapa menit, pilot berusia 26 tahun itu ditemukan dalam keadaan hidup dan dibawa ke rumah sakit Venizelio untuk pertolongan pertama.
Beberapa saat kemudian para penyelamat menemukan co-pilot berusia 68 tahun yang kehilangan kesadaran.
Mereka menempatkannya di kapal penjaga pantai dan petugas pun memberinya resusitasi jantung atau CPR untuk menolongnya.
Namun disayangkan, pria berusia 68 tahun itu meninggal dan jenazahnya dipindahkan ke rumah sakit Venizelio.
Sementara itu KBRI Athena menyatakan telah menerima informasi dari Hellenic Coast Guard (HCG) Yunani, terkait kecelakaan pesawat bermesin tunggal di lepas pantai utara Heraklion, Crete, Kamis (15/12) itu.
“Kecelakaan mengakibatkan tewasnya dua orang awak pesawat. Salah satu korban adalah warga negara Indonesia, usia 68 tahun, yang merupakan pilot pesawat tersebut,” kata Juru bicara Kemlu, Teuku Faizasyah, Jumat (16/12/2022). (HS-08)